
Ilustrasi token listrik. Dok. JawaPos
JawaPos.com - Pemerintah tidak ingin keberlangsungan industri dalam negeri bergantung kepada sumber daya luar negeri. Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan rata-rata tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang diimplementasikan di semua sektor mencapai 40 persen hingga 2024.
"Kami terus mendorong pengoptimalan TKDN agar dapat memberikan multiplier effect yang luas bagi perekonomian nasional, termasuk menggairahkan usaha sektor komponen pendukungnya, sehingga memperkuat struktur industri manufaktur di tanah air," ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita Minggu (29/8).
Penetapan TKDN dimaksudkan agar semua produk yang dihasilkan industri dalam negeri bisa diserap dalam proyek pengadaan barang/jasa di dalam negeri. Baik melalui APBN maupun anggaran BUMN dan BUMD.
"Tahun ini pemerintah memfasilitasi pemberian sertifikat TKDN secara gratis untuk 9.000 produk. Ini diharapkan dimanfaatkan optimal oleh industri dalam negeri," tuturnya.
Salah satu sektor yang optimalisasi TKDN-nya tengah didorong adalah ketenagalistrikan. Berkembangnya industri mesin dan peralatan pendukung ketenagalistrikan diharapkan sejalan dengan meningkatnya penggunaan produk dalam negeri.
Selain itu, listrik merupakan salah satu sumber energi utama yang digunakan masyarakat maupun industri di dalam negeri. Berdasar data Kemenperin, pada 2019, nilai impor industri peralatan listrik mencapai Rp 116 triliun dan menurun menjadi Rp 103 triliun pada 2020. Atau, menghemat devisa Rp 13 triliun.
Saat ini terdapat 3.404 produk peralatan kelistrikan yang bersertifikat. Sebanyak 413 produk memiliki nilai capaian TKDN di bawah 25 persen. Kemudian, 664 produk dengan TKDN 25–40 persen dan 2.327 produk dengan TKDN melebihi 40 persen.
Direktur Komersial PT Surveyor Indonesia (Persero) Saifuddin Wijaya menyatakan, peningkatan produk bersertifikat TKDN dapat menghemat devisa negara karena mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
"Selain itu, program ini mendorong perkembangan industri ke seluruh wilayah Indonesia dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional," jelasnya.
DAFTAR CAPAIAN TKDN INDUSTRI (4 TERTINGGI)
Sektor | Capaian
Alat Kesehatan | 6–98%
Ketenagalistrikan | 7–80%
Penunjang Migas | 25–75%
Mesin Pertanian | 25–62%
Sumber: Kemenperin

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
