Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Mei 2022 | 05.41 WIB

Indonesia Butuh 1,5 Juta Pebisnis Baru

istimewa - Image

istimewa

JawaPos.com - Wirausaha adalah salah satu cara memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) berupaya mencetak calon pengusaha baru dan mengembangkan kemampuannya hingga mapan.

Kebijakan itu sesuai tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2023, yakni Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan. RKP tersebut kemudian diturunkan menjadi tujuh prioritas nasional.

"Kemenperin dalam hal ini Ditjen IKMA berperan dalam prioritas nasional (PN) pertama, yakni memperkuat ketahanan ekonomi melalui pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita Jumat.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menyatakan, untuk semakin meningkatkan rasio kewirausahaan menjadi 3,95 persen pada 2024, dibutuhkan sekitar 1,5 juta pebisnis baru. Untuk mewujudkan hal tersebut, Ditjen IKMA berkontribusi melalui dua program.

"Yakni, program penumbuhan wirausaha baru (WUB) dan program penguatan daya saing IKM/sentra IKM yang selaras dengan amanah pada Perpres Nomor 2 Tahun 2022," ucapnya.

Reni menjabarkan, program penumbuhan WUB akan memprioritaskan daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T). Selain itu, diwujudkan melalui program santripreneur di pondok-pondok pesantren serta melalui sinergisitas antarkementerian/lembaga dengan pengembangan akselerasi start-up berbasis teknologi.

"Akselerasi start-up ini bertujuan menghasilkan wirausaha yang modern, sustainable, dan dapat menjadi role model bagi pelaku IKM lainnya untuk terus melakukan inovasi dalam pengembangan usahanya," bebernya.

Penguatan daya saing IKM/sentra IKM dilakukan dengan penguatan akuntabilitas untuk mengakses permodalan, penyiapan material center, restrukturisasi mesin/peralatan, dan fasilitasi permesinan. Serta, pembangunan dan revitalisasi sentra, penguatan UPT, peningkatan pemasaran melalui e-Smart IKM. Termasuk kemitraan dengan industri besar, BUMN, maupun pelaku sektor ekonomi lainnya.

"E-Smart IKM juga bertujuan agar kita dapat mempunyai database industri kecil menengah. Melalui program itu, diharapkan akses pasar dan akses pendanaan ikut dapat meningkat," tambah Reni.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore