
istimewa
JawaPos.com - Wirausaha adalah salah satu cara memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) berupaya mencetak calon pengusaha baru dan mengembangkan kemampuannya hingga mapan.
Kebijakan itu sesuai tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2023, yakni Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan. RKP tersebut kemudian diturunkan menjadi tujuh prioritas nasional.
"Kemenperin dalam hal ini Ditjen IKMA berperan dalam prioritas nasional (PN) pertama, yakni memperkuat ketahanan ekonomi melalui pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita Jumat.
Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menyatakan, untuk semakin meningkatkan rasio kewirausahaan menjadi 3,95 persen pada 2024, dibutuhkan sekitar 1,5 juta pebisnis baru. Untuk mewujudkan hal tersebut, Ditjen IKMA berkontribusi melalui dua program.
"Yakni, program penumbuhan wirausaha baru (WUB) dan program penguatan daya saing IKM/sentra IKM yang selaras dengan amanah pada Perpres Nomor 2 Tahun 2022," ucapnya.
Reni menjabarkan, program penumbuhan WUB akan memprioritaskan daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T). Selain itu, diwujudkan melalui program santripreneur di pondok-pondok pesantren serta melalui sinergisitas antarkementerian/lembaga dengan pengembangan akselerasi start-up berbasis teknologi.
"Akselerasi start-up ini bertujuan menghasilkan wirausaha yang modern, sustainable, dan dapat menjadi role model bagi pelaku IKM lainnya untuk terus melakukan inovasi dalam pengembangan usahanya," bebernya.
Penguatan daya saing IKM/sentra IKM dilakukan dengan penguatan akuntabilitas untuk mengakses permodalan, penyiapan material center, restrukturisasi mesin/peralatan, dan fasilitasi permesinan. Serta, pembangunan dan revitalisasi sentra, penguatan UPT, peningkatan pemasaran melalui e-Smart IKM. Termasuk kemitraan dengan industri besar, BUMN, maupun pelaku sektor ekonomi lainnya.
"E-Smart IKM juga bertujuan agar kita dapat mempunyai database industri kecil menengah. Melalui program itu, diharapkan akses pasar dan akses pendanaan ikut dapat meningkat," tambah Reni.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
