
Bahlil Lahadalia di Istana Negara, Selasa (22/10). (Raka Denny/Jawa Pos)
JawaPos.com - Kementerian Investasi turut menyoroti krisis energi yang memaksa beberapa negara yang selama ini mendorong penggunaan energi baru terbarukan, kembali menggunakan energi fosil.
“Mereka sekarang, negara-negara yang katanya nggak boleh pakai batu bara, nggak boleh pakai fosil sekarang mereka krisis energi, bikin lagi batu bara," kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/10).
Bahlil mengaku, saat ini Indonesia juga mendukung dan mendorong energi yang ramah lingkungan. Bahkan telah berkomitmen untuk mewujudkan nol emisi karbon (net zero emission/NZE) selambat-lambatnya di 2060.
Namun, sebaiknya jangan terlalu banyak mengikuti seruan banyak negara di dunia. Sebab, Indonesia merupakan negara yang berdaulat. Meski demikian, Bahlil juga setuju terkait konsep global tentang green energy.
"Jadi kita ini sebenarnya boleh mengikuti perkembangan dunia tapi jangan terlalu banyak kita menari di gendang orang. Kita tidak boleh banyak menari di gendang orang, kenapa? Kita negara yang berdaulat,” tuturnya.
Bahlil menyebut, sebenarnya terdapat peluang investasi bagi Indonesia terhadap krisis energi yang melanda sejumlah negara. Sebab, Indonesia memiliki energi yang berlimpah, setidaknya di Pulau Jawa.
Seperti diketahui, krisis energi yang terjadi di sejumlah negara membuat tarif listrik di negara tersebut melonjak. Hal itu berdampak pada biaya produksi menjadi tinggi. Ujungnya harga pokok penjualan (HPP) akan naik di tingkat konsumen.
"Nah, strategi yang kita bangun adalah energi kita sendiri oversupply sekarang. Kita data dari PLN untuk Jawa-Bali kita oversupply sekitar 2.300 MW, maka ini adalah kesempatan atau ini momentum untuk kita meminta kepada perusahaan-perusahaan yang ada di negara itu segera melakukan relokasi ke Indonesia,” pungkasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
