Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 November 2026 | 04.40 WIB

Model DEB Pertamina di Bali Dilirik ASCOPE, Sistem Energi Bersih Dukung Pertanian dan Pangan

Delegasi ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) saat mengunjungi Program Desa Energi Berdikari (DEB) berbasis urban farming yang dikembangkan PT Pertamina (Persero) di Bali. - Image

Delegasi ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) saat mengunjungi Program Desa Energi Berdikari (DEB) berbasis urban farming yang dikembangkan PT Pertamina (Persero) di Bali.

JawaPos.com - Program Desa Energi Berdikari (DEB) berbasis urban farming yang dikembangkan PT Pertamina (Persero) di Bali menarik perhatian delegasi ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE). Model pemberdayaan masyarakat berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) ini dinilai berpotensi untuk diadopsi oleh National Oil Company (NOC) di negara-negara tetangga.

Ketertarikan para delegasi muncul saat mereka meninjau kawasan DEB Uma Palak Lestari di Denpasar Utara, Bali. Penggabungan transisi energi bersih dengan ketahanan pangan dalam program tersebut dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan, sejumlah delegasi memberikan perhatian khusus terhadap model pengelolaan community involvement development yang diterapkan Pertamina.

“Dari testimoni para delegasi, mereka menyampaikan belum pernah melihat model pengelolaan community involvement development seperti ini sebelumnya. Bahkan, delegasi dari Timor Leste secara khusus menanyakan estimasi biaya hingga potensi pendapatan petani untuk dipelajari,” ujar Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero).

Model DEB Pertamina menghasilkan multiplier effect bagi masyarakat. Kelompok Usaha Bersama (KUB) petani lokal tercatat mampu membukukan pendapatan (revenue) lebih dari 32.500 Dolar AS setiap tahun.

Program tersebut memanfaatkan lahan seluas 10 hektar yang dikelola 35 anggota kelompok tani. Dampak ekonomi langsungnya menjangkau lebih dari 400 warga di sekitar kawasan.

Pendapatan petani antara lain didorong oleh budidaya beras Mentik Susu yang dipilih sebagai komoditas premium. Beras tersebut memiliki nilai jual tinggi di pasar berskala high-end karena indeks glikemiknya rendah dan kandungan seratnya tinggi.

I Made Darayasa (62), Pekaseh (Ketua) Subak Sembung, bersama Ketua Komunitas Umepala Lestari Wayan Sukadana (47), merasakan perubahan setelah kehadiran program Pertamina. Program ini menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi petani, termasuk kelangkaan air dan biaya operasional yang mahal.

Melalui Sistem Suplai Energi Manajemen Irigasi Uma Palak (SIUMA), kincir air atau mikrohidro dipadukan dengan panel surya untuk mendukung kebutuhan petani. Sistem ini memanfaatkan aliran sungai untuk mengairi sawah sekaligus memasok penerangan jalan usaha tani seluas 10,26 hektar.

Wayan Sukadana mengatakan perubahan tersebut dirasakan terutama saat musim kemarau.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore