
Karyawan berada di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, bergerak melemah dipicu oleh kombinasi sentimen dari tingkat domestik maupun global.
IHSG dibuka melemah 108,46 poin atau 1,94 persen ke posisi 5.486,31, dan terus melemah hingga 222,29 poin atau 3,99 persen ke posisi 5.371,78 pada pukul 09.15 WIB.
“Kiwoom Research masih menyarankan untuk kembali perbanyak wait and see sebelum ambil posisi beli/ average down,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari mancanegara, tema utama pasar saat ini adalah pergeseran fokus dari harapan pemangkasan suku bunga menuju risiko kenaikan suku bunga tambahan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini sepenuhnya memperhitungkan satu kali kenaikan suku bunga 25 bps sebelum akhir tahun, dan bahkan mulai memperhitungkan peluang kenaikan tambahan.
Data Nonfarm Payrolls AS Mei 2026 bertambah 172.000 pekerjaan, jauh di atas ekspektasi 85.000, sementara tingkat pengangguran tetap di 4,3 persen. Data ekonomi yang kuat justru menjadi kabar buruk bagi pasar saham karena memperkuat keyakinan bahwa inflasi dapat bertahan lebih lama.
“Sehingga, membuat Chairman The Fed Kevin Warsh berpotensi mengambil sikap yang lebih hawkish dibanding ekspektasi pasar saat ini,” ujar Liza.
Pada pekan ini, fokus utama pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan negosiasi AS dengan Iran, dan respons Israel setelah serangan rudal Iran ke pangkalan udara Ramat David pada akhir pekan.
“Perkembangan terkait Selat Hormuz akan menjadi faktor penentu arah harga minyak, inflasi global, dan ekspektasi suku bunga,” ujar Liza.
Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati nada komunikasi Kevin Warsh dan pejabat The Fed lainnya, setelah data tenaga kerja yang sangat kuat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022