Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Juni 2026 | 17.02 WIB

IHSG Melemah Dipicu Kombinasi Sentimen Domestik dan Global

Karyawan berada di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan berada di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, bergerak melemah dipicu oleh kombinasi sentimen dari tingkat domestik maupun global.

IHSG dibuka melemah 108,46 poin atau 1,94 persen ke posisi 5.486,31, dan terus melemah hingga 222,29 poin atau 3,99 persen ke posisi 5.371,78 pada pukul 09.15 WIB.

“Kiwoom Research masih menyarankan untuk kembali perbanyak wait and see sebelum ambil posisi beli/ average down,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, tema utama pasar saat ini adalah pergeseran fokus dari harapan pemangkasan suku bunga menuju risiko kenaikan suku bunga tambahan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini sepenuhnya memperhitungkan satu kali kenaikan suku bunga 25 bps sebelum akhir tahun, dan bahkan mulai memperhitungkan peluang kenaikan tambahan.

Data Nonfarm Payrolls AS Mei 2026 bertambah 172.000 pekerjaan, jauh di atas ekspektasi 85.000, sementara tingkat pengangguran tetap di 4,3 persen. Data ekonomi yang kuat justru menjadi kabar buruk bagi pasar saham karena memperkuat keyakinan bahwa inflasi dapat bertahan lebih lama.

“Sehingga, membuat Chairman The Fed Kevin Warsh berpotensi mengambil sikap yang lebih hawkish dibanding ekspektasi pasar saat ini,” ujar Liza.

Pada pekan ini, fokus utama pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan negosiasi AS dengan Iran, dan respons Israel setelah serangan rudal Iran ke pangkalan udara Ramat David pada akhir pekan.

“Perkembangan terkait Selat Hormuz akan menjadi faktor penentu arah harga minyak, inflasi global, dan ekspektasi suku bunga,” ujar Liza.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati nada komunikasi Kevin Warsh dan pejabat The Fed lainnya, setelah data tenaga kerja yang sangat kuat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore