Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Antara
Rabu, 28 Oktober 2026 | 19.59 WIB

PLN Butuh Tambahan 20 GW Penuhi Kebutuhan Data Center, Dirut: Gunakan Tarif Keekonomian

Ilustrasi Data Center. (HDR) - Image

Ilustrasi Data Center. (HDR)

JawaPos.com - PT PLN (Persero) siap mendukung sepenuhnya kebutuhan listrik untuk pusat data atau data center di Indonesia dan bisa diimplementasikan melalui kolaborasi.

"Prinsipnya kita support sepenuhnya, tapi itu bisa kita implementasikan melalui kolaborasi. Menurut saya begini, tahap pertama kita akan layani dengan infrastruktur yang ada. Kemudian tahap-tahap berikutnya, tentu kita harus berbicara dan duduk untuk bagaimana membangun, berkolaborasi membangun infrastruktur bersama-sama seperti pembangkit, transmisi, distribusi," ujar Direktur Utama PLN Suroso Isnandar, dikutip Rabu (28/10).

Menurut dia, data center ini kebutuhannya banyak dan harus menggunakan tarif keekonomian, supaya tidak merekurs (membebani) kepada subsidi.

"Sehingga dengan menggunakan tarif business-to-business ini harapannya nanti semua data center yang ada harapannya bisa kita akomodasi," katanya lagi.

Suroso Isnandar mengatakan bahwa untuk 10 tahun ke depan, PLN memiliki agenda besar, yakni transisi energi. PLN menjalankan transisi dari sistem kelistrikan berbasis energi fosil ke sistem berbasis energi terbarukan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

​"Dan ini sangat kaya akan teknologi. Selama 10 tahun ke depan, demi mendorong transisi energi, kami harus membangun kapasitas pembangkit listrik tambahan sebesar 69,5 gigawatt (GW). Ini belum memperhitungkan gelombang permintaan dari pusat data," kata Suroso.

"Saat ini permintaan listrik untuk pusat data sudah mencapai 20 GW. Jadi, di luar 69,5 GW tadi, jika ingin memenuhi kebutuhan pusat data, kami harus membangun 20 GW lagi," katanya pula.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mendorong pengembangan kawasan Batam, Karimun, dan Bintan, sebagai hub pusat data atau data center baru di Indonesia.

Menurut dia, rencana tersebut diarahkan untuk menangkap peluang investasi ekonomi digital, sekaligus mengoptimalkan ketersediaan air dan pengembangan energi baru terbarukan.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore