Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Antara
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03.44 WIB

Airlangga Hartarto Lapor Prabowo, Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10). (ANTARA/BPMI Sekretariat Presiden) - Image

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10). (ANTARA/BPMI Sekretariat Presiden)

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja investasi dan sektor produktif yang terus diperkuat sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Ekonomi dan stabilitas sektor riil, ini ekonomi kita terus tumbuh di atas 5 persen, yaitu 5,45 persen, di mana ini lebih tinggi dari global rata-rata yang 3 persen dan kita di sini tertinggi di G20 Pak Presiden, dan juga salah satu yang tertinggi di ASEAN,” ujar Menko Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10), sebagaimana keterangan yang diterima, Jumat.

Ia mengatakan dari segi manufaktur optimis, PMI (Purchasing Managers’ Index) naik lagi di 52,4, yaitu di atas 50. "Kemudian surplus dagang kita juga positif 7,25, dari segi konsumen positif 118,1, pengangguran sejak 94 ini pengangguran terendah Pak Presiden, 4,65 persen, dan rasio gini juga terus membaik 0,368," imbuhnya.

Lebih lanjut, Airlangga menyebut pemerintah juga terus menjaga disiplin fiskal dan stabilitas sistem keuangan untuk mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Dia melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat sebesar 1,24 persen dan masih sesuai dengan arah yang direncanakan.

Dari sisi moneter, Airlangga mengapresiasi keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen. Sementara itu, dia menyebut imbal hasil surat berharga negara tenor 10 tahun tercatat sebesar 7,21 persen.

"Yield daripada surat berharga untuk 10 tahun di 7,21 persen, cadangan devisa masih cukup membiayai 6,5 bulan impor, yaitu 146,3 bilion, kredit bank tumbuh 'double digit', 13,65 persen, dana dari masyarakat 10,94, modal perbankan juga solid Pak Presiden, 24,10, dan kredit macet 2,11 persen, relatif kecil," ucapnya.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore