Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Oktober 2026 | 00.56 WIB

Kadin Berharap Pembatasan Truk Saat Nataru Tidak Ganggu Rantai Pasokan

Ilustrasi truk angkut barang (Istimewa). - Image

Ilustrasi truk angkut barang (Istimewa).

JawaPos.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap ada kebijakan pembatasan operasional angkutan barang saat liburan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 nanti. Regulasi ini khususnya diberlakukan pada truk sumbu tiga atau tanpa mempertimbangkan karakteristik masing-masing industri.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Erwin Aksa mengatakan pada prinsipnya pemerintah perlu melakukan pengaturan lalu lintas selama periode Nataru. Tujuannya untuk menjaga keselamatan, mengurangi kepadatan, dan memberikan kelancaran bagi mobilitas masyarakat.

“Namun, kami berharap pemerintah juga perlu mempertimbangkan dari kerugian yang dialami sektor industri jika itu kebijakan itu diterapkan,” ujar Erwin dalam keterangannya pada Rabu (7/10).

Pasalnya, menurut Erwin, persoalan ini hampir setiap tahun menjadi perhatian dunia usaha. Bagi industri, periode Nataru bukan berarti kegiatan produksi dan distribusi berhenti. Namun justru permintaan terhadap sejumlah barang meningkat.

“Karena itu, apabila pembatasan dilakukan terlalu lama atau cakupannya terlalu luas, dampaknya bisa berupa terganggunya pasokan bahan baku, distribusi barang, meningkatnya biaya logistik, hingga terjadinya kelangkaan produk tertentu di daerah tujuan,” katanya.

Dia menuturkan salah satu yang perlu mendapat perhatian adalah industri air minum dalam kemasan (AMDK). Karena, menurutnya, air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan permintaannya dapat meningkat selama periode libur panjang.

“Jadi, jangan sampai pembatasan angkutan justru menyebabkan distribusi AMDK ke masyarakat, kawasan wisata, hotel, restoran, maupun ritel terganggu,” ucapnya.

Selain itu, hal serupa juga dirasakan industri semen, keramik, kaca lembaran dan industri lain yang mempunyai karakteristik produksi kontinu serta membutuhkan kendaraan dengan kapasitas dan konfigurasi tertentu. Karena, menurutnya, tidak semua muatan dapat begitu saja dipindahkan ke kendaraan yang lebih kecil.

“Jika dipaksakan, jumlah perjalanan justru bisa bertambah, sehingga biaya logistik meningkat dan belum tentu efektif mengurangi kepadatan lalu lintas,” tukasnya.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore