
Menteri Keuangan Suahasil Nazara bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur BI Destry Damayanti dan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengikuti Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Suahasil Nazara, mengatakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) perlu memperkuat tiga elemen untuk meningkatkan pengawasan terhadap arus barang masuk ke Indonesia.
Ia menyebut, ketiga hal tersebut mencakup kualitas sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan teknologi, serta perbaikan proses bisnis.
“Apa saja elemen-elemen dari penguatan pengawasan tersebut, nomor satu, yang paling penting adalah sumber daya manusia,” ujar Suahasil dalam konferensi pers penggagalan impor illegal di Kantor Bea Cukai Pusat, Jakarta, Selasa (22/9).
Menurutnya, pengawasan tidak akan berjalan optimal apabila petugas yang menjalankan fungsi tersebut tidak memiliki integritas. Karena itu, seluruh aparat pengawasan di lapangan diminta bekerja secara tertib, disiplin, terus meningkatkan kompetensi, dan menjaga integritas.
Untuk itu, ia meminta semua aparat pengawasan dapat memastikan bahwa bekerja dengan tertib, bekerja dengan disiplin, bekerja dengan terus meningkatkan kompetensinya dan kemudian bekerja dengan berintegritas.
“Kita akan memastikan bahwa aturan yang ada bisa mendukung Anda melakukan hal tersebut. Jadi nomor satu, saya selalu percaya nomor satu adalah orangnya. Orangnya mesti berintegritas,” ujarnya.
Elemen kedua adalah penguatan teknologi. Menurut Suahasil, penggunaan teknologi diperlukan mengingat skala pengawasan terhadap arus barang yang semakin besar. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi X-ray untuk memeriksa kontainer.
Baca Juga:Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Suahasil mengatakan, petugas tidak mungkin melakukan pemeriksaan fisik terhadap setiap kontainer yang masuk. Karena itu, teknologi dibutuhkan untuk membantu menentukan kontainer yang perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
“Sistem, kita bukan mengecek satu per satu kontainer, tapi ya harus dilakukan. Kita perkuat X-ray, itu teknologi, tapi harus kita lakukan dengan benar. Memilih kontainer yang akan dicek, melakukan pengamatan, bahkan juga melakukan intelligence dengan betul,” ucapnya.
Menurut Suahasil, kombinasi antara SDM, teknologi, dan sistem dapat membantu petugas mendeteksi indikasi penyelundupan. Salah satu contohnya adalah perubahan nomor Harmonized System (HS) atau jenis barang dalam pemberitahuan impor.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022