Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 September 2026 | 04.12 WIB

Ekonom: Peluang BI Naikkan Suku Bunga Kecil Pada RDG Pekan Depan

ASEAN Economist UOB Enrico Tanuwidjaja dalam diskusi bertajuk "Reclaiming Global Trust: Indonesia's Investment Agenda for a Volatile World", di Jakarta, Selasa (15/9)/(Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

ASEAN Economist UOB Enrico Tanuwidjaja dalam diskusi bertajuk "Reclaiming Global Trust: Indonesia's Investment Agenda for a Volatile World", di Jakarta, Selasa (15/9)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

JawaPos.com - Peluang Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga dinilai semakin kecil. ASEAN Economist UOB Enrico Tanuwidjaja memperkirakan BI akan mempertahankan kebijakan suku bunga dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 22-23 September 2026.

"Stay, kelihatannya mereka stay," kata Enrico kepada wartawan usai diskusi bertajuk Reclaiming Global Trust: Indonesia's Investment Agenda for a Volatile World", di Jakarta, Selasa (15/9).

Menurut dia, BI tidak memiliki alasan untuk terburu-buru menaikkan suku bunga karena kebijakan sebelumnya dinilai sudah bersifat pre-emptive.

Terlebih, suku bunga BI telah mengalami kenaikan hingga 100 basis poin, sementara bank sentral Amerika Serikat (The Fed) belum memulai siklus kenaikannya.

"Jadi menurut saya nggak ada lagi alasan buat mereka terlalu tergesa-gesa. Udah naik 100 loh. The Fed belum mulai," ujarnya.

Enrico menilai peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut semakin kecil seiring kondisi rupiah yang stabil dan aliran modal asing yang mulai masuk. Kebijakan fiskal yang lebih disiplin juga dinilai dapat memperkuat ruang bagi BI untuk mempertahankan suku bunga.

"Higher for longer, yes. Kemungkinan naik lagi menurut saya menjadi semakin kecil. Karena rupiah stabil, inflow udah masuk, fiskal kita kemungkinan akan lebih disiplin. Jadi buat mereka udah pas," jelasnya.

Dia mengatakan, koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi penting untuk menjaga kepercayaan pasar.

Menurut Enrico, kondisi likuiditas saat ini masih relatif aman sehingga perlu dipertahankan agar tidak mengalami guncangan.

"Jadi buat mereka tuh beautiful banget, mereka udah pre-emptive, sekarang sinergi dengan fiskal, yang perlu dijaga adalah confidence bahwa likuiditas nggak akan tergoncang. Tadi kan saya udah bilang likuiditas oke, aman. Jadi sekarang tuh kuncinya kita harus sinergi dan run aja," katanya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore