
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan, Selasa (12/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) tidak bisa dilepaskan dari tantangan ekonomi yang dihadapi bank sentral. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan efektivitas transmisi kebijakan moneter menjadi sorotan utama.
Peneliti Ekonomi dari Bestari Indonesia Fasilitator (InFast) Hizkia Yosie Polimpong mengatakan, mundurnya Perry berpotensi memengaruhi sentimen pasar. Tekanan terhadap rupiah juga menjadi indikator yang mencerminkan masalah tersebut.
"Kalau dibilang masifnya tekanan rupiah, kayaknya hampir jelas ya. Dua kali naik suku bunga dalam 3 minggu, tapi tetap aja rupiah gagal stabil," ujar Hizkia kepada JawaPos.com, Senin (27/7).
Namun, kata Hizkia, pembahasan mengenai mundurnya Perry tidak boleh hanya fokus pada aspek politik. Isu independensi BI atau dominasi kebijakan fiskal terhadap otoritas moneter hanya sebagian kecil dari masalah.
Menurut dia, persoalan utama terletak pada efektivitas kerangka kebijakan moneter yang diterapkan selama ini. Stabilisasi nilai tukar rupiah belum tercapai dan pertumbuhan ekonomi belum mampu mengangkat kondisi kelas menengah.
"Soalnya, kita mesti lihat problem ekonomi yang mendasar di BI adalah fakta keras bahwa pertama rupiah gagal stabil, dan kedua growth terjaga, likuiditas terjaga, tapi kelas menengah jeblok terus. Artinya, model kerangka transmisi kebijakannya yang problematis sedari awal," ujar Hizkia.
Oleh karena itu, saran Hizkia, perhatian harus diarahkan pada konsep kebijakan pengganti Perry. Fokus tidak cukup hanya pada dinamika politik di balik pergantian pimpinan BI.
"Jadi problemnya apakah penggantinya punya tawaran kerangka transimisi kebijakan yang beda dari Perry yang artinya mesti keluar dari ortodoksi IMF-sentris, fundamental pasar, inflation targetting, dan seterusnya," katanya.
Hizkia juga mengkritisi anggapan bahwa independensi BI selama ini sepenuhnya terjaga. Perlu ditegaskan bahwa pemahaman independensi perlu diperluas dan tidak hanya soal bebas dari tekanan fiskal populis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022