Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Agustus 2026 | 13.55 WIB

Rupiah Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini, Pandangan Fitch Ratings Soal Ekonomi RI Jadi Pemicu?

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Rabu (26/8), setelah sebelummya ditutup melemah tipis 2 poin menjadi Rp 17.723 per dollar AS pada perdagangan Selasa (25/8).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam negeri dan luar negeri.

"Untuk perdagangan (25/8) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp 17.720-Rp 17.770," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Selasa (25/8).

Ibrahim mengatakan salah satu sentimen yang menjadi perhatian pasar adalah pandangan Fitch Ratings terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kondisi fiskal pemerintah pada 2027.

Fitch Ratings menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 lebih realistis dibandingkan ambisi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan hingga 8 persen dalam jangka menengah, meski target tersebut masih berada di atas proyeksi Fitch. Fitch masih memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5 persen pada 2027.

“Terdapat sejumlah risiko yang dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan,” ujarnya.

Ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan, potensi kembali meningkatnya harga minyak dunia, serta perlambatan tajam ekonomi negara-negara mitra dagang utama Indonesia menjadi sejumlah risiko penurunan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Di sisi fiskal, pemerintah menargetkan defisit anggaran 2027 sebesar 2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Target tersebut lebih rendah dibandingkan target defisit 2026 sebesar 2,85 persen dan menunjukkan upaya pemerintah untuk tetap menjaga defisit di bawah batas legal 3 persen dari PDB.

Namun, Fitch menilai konsolidasi fiskal dapat lebih sulit dipertahankan dibandingkan yang tercermin dalam target awal. Lembaga pemeringkat tersebut menyoroti pengalaman penyusunan anggaran sebelumnya, ketika target defisit yang semula ditetapkan lebih rendah kemudian direvisi naik untuk mengakomodasi tambahan belanja.

Risiko serupa tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan pada anggaran 2027. Tekanan belanja dapat muncul apabila kondisi ekonomi memburuk atau pemerintah perlu memberikan dukungan lebih besar kepada masyarakat.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore