
Erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki di Flores Timur. ANTARA/HO-PPG Lewotobi Laki Laki/pri.
JawaPos.com – Sebagai negara yang rawan bencana Indonesia seharusnya memiliki ruang fiskal yang memadai untuk penanggulangan bencana. Dalam sepekan belakangan lihat saja yang terjadi, mulai meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sampai erupsi gunung berapi.
Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan pemerintah Indonesia seharusnya memimiliki strategi penanganan kebencanaan yang matang. Salah satunya lewat dukungan anggaran.
Anggaran tidak hanya diberikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Tetapi juga kepada pemerintah daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.
“Di negeri yang rawan bencana, seperti Indonesia, seharusnya ada ruang fiskal yang cukup guna penanggulangan bencana,” ujar Nailul kepada JawaPos.com, Senin (7/9).
Nailul mengatakan, anggaran BNPB dan Basarnas yang ditujukan untuk rehabilitasi pascabencana harus diimbangi dengan penguatan anggaran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia menyebut, BMKG memiliki peran penting dalam mendeteksi potensi bencana sekaligus melakukan mitigasi guna mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Nailul menyebut anggaran BMKG masih relatif kecil jika dibandingkan dengan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, anggaran BMKG hanya setara dengan sekitar dua hingga tiga hari anggaran MBG.
“Anggaran BMKG hanya sekitar 2-3 hari dari anggaran MBG. Begitu juga dengan anggaran BNPB dan Basarnas yang relatif rendah. Sangat disayangkan karena peran penting ketiga lembaga kebencanaan dalam menangani bencana di Indonesia yang notabene rawan bencana,” ujarnya.
Maka dari itu, ia mendorong pemerintah untuk mengalokasikan sebagian anggaran MBG untuk memperkuat pembiayaan penanggulangan bencana. Menurutnya, dengan kondisi geografis Indonesia yang rawan akan adanya bencana alam, maka anggaran untuk BNPB, Basarnas, dan BMKG harus lebih besar.
“Saya rasa pemerintah harusnya mengalihkan anggaran MBG untuk pembiayaan kebencanaan. Anggaran BNPB, Basarnas, dan BMKG harus didorong untuk lebih banyak, minimal 2 persen dari APBN,” ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
