Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 03.28 WIB

Laba Melonjak 34,7 Persen, Penjaminan Rp 157 Triliun Perkuat Akses Modal UMKM

Ilustrasi Jamkrindo catat kenaikan laba pada 2025. (Istimewa) - Image

Ilustrasi Jamkrindo catat kenaikan laba pada 2025. (Istimewa)

JawaPos.com - Akses pembiayaan bagi pelaku usaha terus mendapat dukungan dari industri penjaminan. Hingga Semester I 2026, volume penjaminan mencapai Rp 157,30 triliun dan telah menjangkau sekitar 2,28 juta pelaku usaha. Di balik ekspansi tersebut, kinerja keuangan perusahaan penjaminan juga menguat dengan laba sebelum pajak mencapai Rp 743,23 miliar, naik 34,70 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kapasitas industri penjaminan dalam menopang pembiayaan sekaligus menjaga kinerja bisnis di tengah dinamika ekonomi global. Penguatan fundamental dan transformasi bisnis menjadi modal penting untuk memperluas akses pembiayaan, terutama bagi UMKM yang masih membutuhkan dukungan dalam memperoleh kredit.

Capaian tersebut dibukukan PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo. Hingga 30 Juni 2026, perusahaan mencatat laba sebelum pajak Rp 743,23 miliar, meningkat dari Rp551,76 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba Tumbuh, Bisnis Penjaminan Ikut Menguat

Kinerja positif Jamkrindo tidak hanya terlihat dari pertumbuhan laba. Hingga 30 Juni 2026, perseroan mencatatkan imbal jasa penjaminan bersih sebesar Rp 3,16 triliun, tumbuh 21,49 persen dibandingkan Semester I 2025.

Dari sisi neraca, total aset Jamkrindo mencapai Rpn29,83 triliun, sedangkan total ekuitas tercatat Rp 13,90 triliun. Posisi tersebut menunjukkan kapasitas keuangan perusahaan tetap kuat untuk menopang ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari transformasi yang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bisnis, organisasi, sumber daya manusia, budaya kerja, hingga operasional serta sistem dan teknologi.

"Transformasi menjadi fondasi bagi Jamkrindo untuk memperkuat kapabilitas organisasi, meningkatkan kinerja perusahaan, serta menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui penguatan yang dilakukan secara terintegrasi, kami terus membangun organisasi yang lebih tangguh, adaptif, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Abdul Bari melalui keterangannya.

Menurut dia, transformasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat proses bisnis sekaligus memperkuat manajemen risiko. Efisiensi operasional juga menjadi bagian penting agar perusahaan lebih adaptif menghadapi perubahan kondisi ekonomi.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore