
Harga emas logam mulia Antam keluaran PT Aneka Tambang Tbk tercatat naik sebesar Rp 20.000 menjadi Rp 1.916.000 per gram, pada perdagangan Rabu (16/4). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Harga emas yang terus meningkat membuat ukuran satu gram tak lagi menjadi satu-satunya acuan bagi masyarakat yang ingin memiliki logam mulia. Perkembangan layanan keuangan digital turut mengubah cara masyarakat mengakses emas, dari kepingan fisik menjadi kepemilikan dalam pecahan yang lebih kecil.
Selama ini, emas identik dengan kepingan fisik berukuran mulai dari satu gram hingga puluhan gram. Namun, kenaikan harga membuat kebutuhan modal awal menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat yang ingin memiliki emas.
Perubahan tersebut kemudian mendorong berkembangnya bentuk kepemilikan emas yang tidak mengharuskan seseorang membeli kepingan fisik secara langsung.
Salah satu perkembangan terbaru datang dari pasar modal melalui kehadiran instrumen berbentuk exchange traded fund (ETF) berbasis emas. Instrumen tersebut memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga emas tanpa harus menyimpan kepingan emas secara fisik.
PT Indo Premier Investment Management (IPIM) bersama PT Indo Premier Sekuritas, misalnya, memperkenalkan Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia dengan kode XGLD. Produk tersebut tercatat sebagai ETF emas di Bursa Efek Indonesia.
Direktur PT Indo Premier Investment Management (IPIM) Noviono Darmosusilo mengatakan instrumen tersebut memungkinkan kepemilikan dalam satuan yang lebih kecil.
"Siapa pun kini bisa mulai menabung emas hanya mulai dari 0.1 milligram (1 unit penyertaan), sebuah langkah kecil yang siap mengubah modal kecil menjadi pondasi kekayaan di masa depan," kata Noviono di Jakarta, Selasa (18/8).
Namun, perubahan cara memiliki emas tersebut juga menunjukkan bahwa emas kini semakin terintegrasi dengan sistem pasar keuangan. Masyarakat tidak lagi hanya berhadapan dengan pilihan membeli dan menyimpan emas fisik, tetapi juga instrumen yang memberikan eksposur terhadap emas melalui mekanisme pasar modal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022