Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Agustus 2026 | 00.05 WIB

Mencegah Stunting dan Masalah Gizi: Begini Cara Benar Mengukur Pertumbuhan Anak

Ilustrasi seorang anak yang gizinya tercukupi sehingga tidak terkena stunting (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi seorang anak yang gizinya tercukupi sehingga tidak terkena stunting (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Stunting dan masalah gizi masih menjadi masalah mendasae pada anak Indonesia. Pemantauan pertumbuhan anak secara berkala merupakan kunci utama dalam mendeteksi dini masalah ini. Namun, hasil pemantauan tidak akan akurat jika proses pengukurannya dilakukan secara asal.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. I Gusti Ayu Trisna Windiani, Sp.A, Subsp. T.K.P.S(K), menekankan pentingnya penerapan standar baku WHO dan Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2020 dalam mengukur pertumbuhan anak.

"Faktor nutrisi dan faktor perkembangan dalam hal ini stimulasi sangat penting untuk bisa kita sama tinggi, sama berat," ujar dr. Trisna kepada wartawan, Selasa (4/8).

Ia memaparkan bahwa untuk memastikan tumbuh kembang anak terpantau dengan tepat, terdapat tiga langkah utama yang wajib diperhatikan secara berurutan: cara mengukur yang benar, melakukan plotting ke kurva secara tepat, dan menarik interpretasi hasil pengukuran.

Berikut adalah panduan dan teknik pengukuran pertumbuhan anak yang benar sesuai arahan IDAI:

1. Menimbang Berat Badan dengan Timbangan Digital Tervalidasi

Penimbangan berat badan anak idealnya menggunakan timbangan digital yang telah divalidasi.

"Bayi tidak ditimbang dalam keadaan berpakaian, jadi harus ditimbang dalam keadaan tidak berpakaian. Pakaiannya seminimal mungkin dan jangan lupa timbangan harus di-nol-kan," jelas dr. Trisna.

2. Mengukur Panjang atau Tinggi Badan Sesuai Usia

Istilah dan metode pengukuran panjang/tinggi badan dibedakan berdasarkan usia dan posisi anak:

Anak di bawah usia 2 tahun (Panjang Badan): Diukur dalam posisi terlentang menggunakan papan pengukur khusus (length board atau infantometer). Pengukuran ini idealnya dilakukan oleh minimal dua orang petugas. Petugas pertama memegang kepala bayi di papan batas atas (fixed headboard), sementara petugas kedua membantu meluruskan lutut bayi serta menekan pembatas kaki (movable footboard) hingga telapak kaki menapak sempurna.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore