Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 01.08 WIB

Bangun Area Konservasi 537 Hektare di Kalteng, Perkebunan Sawit Tunjukkan Komitmen Jaga Kelestarian Lingkungan

Ilustrasi perkebunan sawit. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi perkebunan sawit. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - PT Astra Agro Lestari Tbk melalui anak usahanya, PT Agro Menara Rachmat (AMR), mengembangkan kawasan konservasi seluas 537 hektare di tengah areal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng). Luasan tersebut mencakup sekitar 9 persen dari total lahan perusahaan yang mencapai 6.900 hektare.

Asisten Konservasi PT Agro Menara Rachmat, Bagas Kurhananto, menjelaskan sejak awal perusahaan telah menetapkan sebagian lahan sebagai kawasan yang dikhususkan untuk menjaga kelestarian ekosistem dan habitat satwa liar.

"Bahwa di areal PT AMR (Agro Menara Rachmat) ini kurang lebih itu luasan totalnya 6.900 [hektare]. Nah, di 500 hektar itu memang kami tetapkan sebagai areal konservasi kami," kata Bagas Kurhananto saat kunjungan media ke lokasi, Kamis (30/7).

Kawasan konservasi yang mulai dibangun sejak 2011 itu kini menjadi habitat bagi sekitar 300 spesies flora dan fauna. Sebagian di antaranya merupakan spesies endemik Kalimantan, termasuk bekantan yang populasinya diperkirakan sekitar 10 persen dari keseluruhan satwa yang ada di kawasan tersebut. 

Selain satwa, lanjut Bagas, kawasan itu juga menjadi tempat tumbuh berbagai jenis flora khas Kalimantan, seperti pohon blangiran. "Kalau reptil ada mungkin kayak ini, dari namanya juga sudah kelihatan, Borneo Short-tailed Python. Itu memang endemik di Kalimantan," ungkap Bagas Kurhananto.

Terkait populasi asal Kalimantan yakni bekantan, pihaknya belum memiliki angka pasti. Namun, berdasarkan hasil pemantauan, terdapat sedikitnya empat kelompok bekantan yang menghuni kawasan konservasi dengan jumlah individu berkisar enam hingga delapan ekor di setiap kelompok.

"Sejauh ini kami menemukan empat kelompok dengan jumlah individu antara 6 sampai 8 di setiap kelompok itu," beber Bagas Kurhananto.

Bagas menilai, keberadaan kawasan konservasi tersebut menjadi bukti bahwa aktivitas perkebunan sawit dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian lingkungan. Menurutnya, perusahaan juga aktif menggandeng sekolah dan perguruan tinggi untuk mendukung kegiatan penelitian di kawasan tersebut.

"Bahwa ternyata kebun sawit itu nggak semata-mata hanya kebun, tapi kami juga melakukan pengelolaan baik dari sisi satwanya, lalu lingkungannya, sungainya," tandas Bagas Kurhananto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore