
DBS Insights Forum 2026: A New Lens on a Multipolar World, forum diskusi lintas disiplin yang digelar di Jakarta, Rabu (15/7)/(Dimas Choirul/Jawapos.com)
JawaPos.com – Ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi perubahan geopolitik, arah kebijakan suku bunga, serta volatilitas pasar keuangan membuat investor dituntut semakin cermat dalam mengambil keputusan investasi. Memasuki semester II 2026, peluang investasi dinilai masih terbuka meski gejolak pasar global diperkirakan tetap berlangsung.
Karena itu, investor perlu menjaga disiplin dalam melakukan diversifikasi dan membangun portofolio yang tangguh agar dapat memanfaatkan peluang di berbagai siklus pasar.
Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan investor, khususnya kelompok High Net Worth Individuals (HNWI), terhadap layanan pengelolaan kekayaan yang lebih personal dan berbasis analisis jangka panjang terus meningkat.
Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom mengatakan, perubahan lanskap ekonomi dan investasi mendorong kebutuhan akan layanan wealth management yang dipersonalisasi serta didukung insights yang tepercaya.
"Menjawab kebutuhan tersebut, kami memperkenalkan evolusi DBS Treasures Private Client dalam DBS Insights Forum 2026 sebagai wujud komitmen memberikan pengalaman wealth management yang semakin personal," kata Melfrida saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/7).
Menurut dia, layanan tersebut dirancang untuk membantu nasabah memperoleh arahan strategis dari Chief Investment Office (CIO) terbaik di Asia, pendampingan tim investasi profesional, serta berbagai keistimewaan eksklusif yang disesuaikan dengan setiap tahap kehidupan nasabah.
Komitmen tersebut, lanjut Melfrida, tercermin dari kinerja bisnis wealth management Bank DBS Indonesia sepanjang semester I 2026 yang menunjukkan pertumbuhan positif.
Khusus untuk DBS Treasures Private Client mencatat pertumbuhan Total Assets Under Management (AUM) sebesar 13 persen secara tahunan (yoy), dengan rata-rata AUM per nasabah meningkat 15 persen.
Selain itu, total Income tumbuh 34 persen, didorong oleh Investment Fee Income yang meningkat 65 persen, serta Net Profit After Tax (NPAT) yang bertumbuh 24 persen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
