Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juli 2026 | 02.13 WIB

5 Tips Investasi Bijak, Pakar Keuangan Bilang Jangan Tergiur Cuan Cepat Sebelum Pahami Ini

Ilustrasi investasi bijak. (Bookdown) - Image

Ilustrasi investasi bijak. (Bookdown)

JawaPos.com - Investasi kini semakin mudah diakses masyarakat berkat perkembangan teknologi. Namun, kemudahan tersebut juga membuat calon investor harus lebih berhati-hati dalam memilih instrumen investasi agar tidak sekadar tergiur janji keuntungan tinggi.

Perencana keuangan bersertifikat Lolita Setyawati mengingatkan, tren investasi saat ini mulai bergeser. Jika sebelumnya banyak orang hanya mengejar keuntungan dalam waktu singkat, kini semakin banyak investor yang mempertimbangkan profil risiko, tujuan keuangan, hingga transparansi pengelolaan dana sebelum investasi.

Menurut dia, keputusan investasi yang baik bukan ditentukan besarnya potensi keuntungan semata, melainkan kesesuaian produk dengan kondisi keuangan dan tujuan finansial masing-masing.

"Ketika mau memulai berinvestasi, yang paling penting sebenarnya kenali diri sendiri dulu. Tujuan investasinya untuk apa, seberapa besar toleransi terhadap risiko, dan apa yang akan dilakukan jika hasilnya tidak sesuai harapan," kata Lolita di Jakarta.

Di tengah beragam pilihan instrumen investasi, masyarakat juga mulai memperhatikan ke mana dana mereka disalurkan. Selain mengejar imbal hasil, sebagian investor ingin mengetahui apakah modal yang mereka tanamkan turut mendukung sektor produktif yang memberi dampak nyata bagi perekonomian.

Lima hal yang disarankan pakar keuangan agar investasi tetap aman dan sesuai tujuan

1. Pastikan kondisi keuangan sudah sehat

Investasi sebaiknya dilakukan setelah kebutuhan finansial dasar terpenuhi. Arus kas harus sehat, utang tetap terkendali, dan dana darurat telah disiapkan.

"Anggaran darurat tetap perlu diprioritaskan. Idealnya anggaran tersebut mencapai enam kali pengeluaran bulanan. Namun, jika belum memungkinkan, setidaknya mulai dari dua hingga tiga kali pengeluaran bulanan," ujar Lolita.

Dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menggunakan dana darurat maupun uang hasil pinjaman untuk berinvestasi. Dana investasi sebaiknya berasal dari "uang dingin" yang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore