Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juli 2026 | 00.05 WIB

IHSG Menguat Seiring Data Inflasi AS Redam Ekspektasi Pengetatan Fed

Karyawan berada di dekat layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan berada di dekat layar pergerakan IHSG di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat seiring rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang mampu meredam ekspektasi pelaku pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed.

IHSG ditutup menguat 2,45 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.041,97. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,01 poin atau 0,17 persen ke posisi 599.90.

"IHSG dan bursa regional Asia bergerak menguat, rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) meredam ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari mancanegara, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan mendorong dan mengurangi ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral The Fed dalam waktu dekat.

Tingkat inflasi tahunan AS turun menjadi 3,5 persen pada Juni dari 4,2 persen pada Mei 2026, atau di bawah perkiraan 3,8 persen.

Sementara itu, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga selama kesaksian di Kongres, namun tidak memberikan sinyal kebijakan yang lebih agresif.

Pasar terus memperkirakan sekitar 50 persen kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026, karena ketegangan yang kembali meningkat antara AS dan Iran menaikkan harga minyak dan menjaga tekanan inflasi tetap menjadi fokus.

Dari dalam negeri, pemerintah menegaskan tidak akan menaikkan tarif pajak sebagai upaya meningkatkan penerimaan negara.

Kebijakan tidak menaikkan tarif pajak menjadi sentimen positif bagi dunia usaha, karena mengurangi risiko kenaikan beban pajak dan menjaga daya saing perusahaan.

Selain itu, fokus pada perluasan basis pajak melalui peningkatan kepatuhan dan digitalisasi juga dinilai lebih mendukung pertumbuhan ekonomi dibanding menaikkan tarif.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore