Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Juli 2026 | 18.30 WIB

Sorotan Utama Ekonomi Pekan Ini: RANS IPO hingga Tekanan Rupiah

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pergerakan ekonomi nasional sepanjang pekan ini diwarnai sejumlah agenda penting, mulai dari pencatatan saham perdana RANS Entertainment di pasar modal, peluncuran program biodiesel B50, dinamika harga minyak dunia, penguatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Berikut lima isu ekonomi yang menjadi sorotan utama:

1.RANS Resmi IPO, Himpun Dana Rp429 Miliar untuk Ekspansi Bisnis

PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Aksi korporasi tersebut berhasil menghimpun dana sekitar Rp 429,25 miliar yang akan digunakan untuk memperkuat ekspansi bisnis, termasuk pengembangan hak kekayaan intelektual, teknologi berbasis artificial intelligence (AI), bisnis kosmetik, hingga sektor hiburan keluarga.

Pada hari pertama perdagangan, saham RANS mendapat respons positif dari investor dan mencatat kenaikan hingga menyentuh batas atas kenaikan harga saham harian atau auto reject atas (ARA).

Masuknya RANS ke pasar modal menjadi salah satu contoh perkembangan industri kreatif yang mulai mencari sumber pendanaan alternatif melalui bursa saham.

2.Pemerintah Resmikan B50, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Pemerintah resmi meluncurkan program biodiesel B50, yakni campuran bahan bakar dengan kandungan biodiesel berbasis sawit sebesar 50 persen. Program ini menjadi bagian dari strategi mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak sekaligus memperkuat hilirisasi industri sawit nasional.

Pelaksanaan B50 diharapkan memberikan dampak terhadap penghematan devisa karena kebutuhan impor solar dapat ditekan. Pemerintah juga memastikan harga bahan bakar tertentu tetap menjadi perhatian agar implementasi program tidak membebani masyarakat.

3. Harga Minyak Dunia Bergerak Fluktuatif Dipengaruhi Geopolitik

Pasar minyak global kembali bergerak volatil sepanjang pekan. Ketegangan geopolitik, terutama perkembangan konflik Amerika Serikat dan Iran, menjadi faktor yang memengaruhi sentimen pasar energi. Harga minyak sempat mengalami penguatan karena kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global.

Namun, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan pasokan dan kondisi geopolitik yang lebih mereda. Harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) bergerak terbatas dengan investor mencermati arah kebijakan produksi serta stabilitas kawasan Timur Tengah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore