Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Juli 2026 | 18.00 WIB

Penjualan Ritel Juni 2026 Masih Terkontraksi, Ekonom: Belum Ada Perbaikan Fundamental

Ilustrasi pasar ritel. (Pontianak Post Jawapos Group) - Image

Ilustrasi pasar ritel. (Pontianak Post Jawapos Group)

JawaPos.com - Ekonom Centre of Reform on Economic (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan kontraksi Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2026 perlu menjadi perhatian meski belum menunjukkan tanda krisis ekonomi.

Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) memperkirakan kinerja penjualan rill juni 2026 masih berada pada zona kontraksi atau berada di level 221,6 atau terkontraksi 4,4 persen secara tahunan year on year (yoy).

Berdasarkan hasis Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang dipublikasikan pada Kamis (9/7), secara bulanan kinerja penjualan eceran diperkirakan turun 0,8 persen secara bulanan atau moth to month (mtm).

Meski negatif, angka tersebut membaik dibandingkan kontraksi 1,5 persen pada Mei 2026.

Ia menilai pelemahan konsumsi rumah tangga lebih mencerminkan tekanan daya beli masyarakat yang perlu dicermati. Dimana, perhatian utama bukan hanya pada besaran kontraksi, tetapi juga karena pelemahan tersebut telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut.

IPR Juni 2026 diprakirakan terkontraksi 4,4 persen secara tahunan, lebih dalam dibanding Mei yang minus 3,9 persen. Yang menjadi perhatian bukan hanya angkanya, tetapi karena ini sudah tiga bulan berturut-turut mengalami kontraksi,” ujar Yusuf kepada Jawapos.com, Sabtu (11/7).

Yusuf mengatakan, meski bulanan penurunan mulai melambat akibat dorongan belanja selama periode libur sekolah, kondisi tersebut dinilai belum menunjukkan perbaikan fundamental.

“Memang secara bulanan penurunannya mulai melambat karena terdorong belanja libur sekolah, tetapi itu lebih mencerminkan faktor musiman daripada perbaikan fundamental,” ujarnya.

Lanjutnya, sejumlah komponen konsumsi justru menunjukkan pelemahan, Dimana belanja barang rekreasi dan bahan bakar kendaraan mengalami penurunan setelah sebelumnya menjadi salah satu penopang aktivitas konsumsi.

Yusuf menilai, kondisi tersebut menunjukkan rumah tangga mulai menahan pengeluaran yang bersifat tidak mendesak.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore