
Elevasi permukaan air Bendungan Wonorejo saat ini berada di level 169,74 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau turun sekitar 10 meter dibandingkan sebelum musim kemarau yang mencapai 179 mdpl. (ANTARA)
JawaPos.com - Perum Jasa Tirta (PJT) I memangkas waktu operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Wonorejo menjadi hanya lima jam per hari seiring menurunnya elevasi permukaan air Bendungan Wonorejo selama musim kemarau.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Sungai Brantas 2 Perum Jasa Tirta I Nina Meitasari mengatakan, elevasi permukaan air Bendungan Wonorejo saat ini berada di level 169,74 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau turun sekitar 10 meter dibandingkan sebelum musim kemarau yang mencapai 179 mdpl.
"Prioritas kami tetap memenuhi kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat. Karena itu operasional PLTA kami sesuaikan menjadi lima jam setiap hari," kata Nina.
Kebijakan tersebut dilakukan agar pasokan air baku dan irigasi bagi masyarakat tetap terjaga. Menurut dia, pembatasan operasional dilakukan karena debit air menuju turbin berkurang seiring turunnya elevasi waduk.
Jika sebelumnya PLTA dapat beroperasi antara delapan hingga 24 jam per hari, kini pembangkit hanya dioperasikan pada pukul 19.00 WIB hingga 24.00 WIB atau saat beban listrik mencapai puncak.
Selama lima jam beroperasi, PLTA Wonorejo masih mampu menghasilkan daya sekitar 5,7 megawatt (MW) dari kapasitas terpasang 6,3 MW. Kondisi tersebut dinilai masih sesuai dengan rencana alokasi air tahunan yang telah disusun untuk menghadapi musim kemarau.
Meski demikian, Nina memastikan penurunan elevasi waduk belum berdampak terhadap pasokan air baku maupun layanan irigasi di Tulungagung dan sekitarnya.
PJT I memperkirakan elevasi air masih dapat turun hingga sekitar 141 mdpl apabila tidak terjadi tambahan debit air (inflow) selama musim kemarau.
"Apabila hujan mulai turun dan inflow kembali normal, kami akan melakukan pengisian waduk sesuai pola operasi yang telah ditetapkan," ujarnya, dikutip Sabtu (4/7).

Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi The Three Lions Demi Lolos Perempat Final!
Prediksi Skor Prancis vs Paraguay: Bursa Taruhan Jagokan Les Bleus, Opta Catat Peluang Menang 79,7 Persen!
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Kanada vs Maroko: Bursa Dunia Sepakat Pilih Atlas Lions, Opta Beri Peluang Menang 51,8 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
