
Ilustrasi ojol
JawaPos.com - Kebijakan penurunan komisi aplikasi ojek online (ojol) penumpang roda dua menjadi maksimal 8 persen resmi mulai diberlakukan sejak 1 Juli 2026. Namun, setelah beberapa hari implementasi, dampaknya terhadap pendapatan pengemudi maupun tarif yang dibayar pelanggan masih menjadi sorotan.
Sejumlah pengemudi mengaku belum merasakan kenaikan pendapatan secara signifikan, sementara sebagian pelanggan menyebut tarif perjalanan masih relatif sama seperti sebelum aturan baru diterapkan.
Kondisi ini menunjukkan implementasi kebijakan masih memerlukan pengawasan serta aturan teknis agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh pihak.
Terkait aturan komisi ojol, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memastikan skema pembagian pendapatan baru telah mulai dijalankan oleh perusahaan aplikasi transportasi daring. Dalam skema tersebut, mitra pengemudi memperoleh 92 persen dari tarif dasar perjalanan, sedangkan aplikator menerima komisi sebesar 8 persen.
"Kita sudah men-declare apa yang menjadi komitmen pemerintah, Pak Presiden, termasuk para pengusaha dari aplikatornya, bahwa per 1 Juli sudah terlaksana delapan persen potongan untuk aplikator dan 92 persen yang didapatkan oleh para pengemudi," kata Cucun saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7) kemarin.
Meski demikian, Cucun menilai belum meningkatnya pendapatan sebagian pengemudi dipengaruhi oleh penyesuaian tarif yang dilakukan perusahaan aplikasi. Menurutnya, kondisi tersebut justru membuat konsumen memperoleh keuntungan karena biaya perjalanan menjadi lebih rendah.
"Pendapatan itu karena si pengusahanya menurunkan tarif, sehingga menjadi pendapatan kepada si pengemudi ini turun tapi ada yang diuntungkan yaitu pelanggan atau para konsumen, masyarakat yang menggunakan jasa Pengemudi dari online ini," jelas Cucun.
Namun demikian, pantauan JawaPos.com baik di aplikasi Gojek atau Grab, justru tampak ada kenaikan harga dari rute yang biasa kami pakai. Ambil contoh, jarak dari rumah menuju stasiun kereta terdekat, biasa tarifnya di angka Rp 24 ribu, naik jadi Rp 27-28 ribu.
Beberapa pengemudi ojek online juga mengeluhkan adanya penurunan volume penumpang sejak aturan tersebut resmi berlaku. Fenomena ini juga sempat viral di media sosial beberapa hari ini.
Aturan Teknis Masih Disiapkan
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
