Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Juli 2026 | 15.27 WIB

Transformasi BNI Dinilai Mulai Berbuah, Ekonom: Tantangan Jaga Momentum Perlu Dilakukan

Ilustrasi Gedung BNI Jakarta - Image

Ilustrasi Gedung BNI Jakarta

JawaPos.com – Transformasi yang dijalankan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dinilai mulai menunjukkan hasil positif. Penguatan layanan digital, perbaikan kualitas aset, hingga peningkatan efisiensi bisnis menjadi indikator bahwa transformasi di sektor perbankan BUMN bergerak ke arah yang tepat.

Memasuki usia ke-80 tahun, BNI terus melakukan transformasi menyeluruh di berbagai lini bisnis. Langkah tersebut mencakup penguatan kapabilitas digital, peningkatan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan layanan, penguatan manajemen risiko, serta pengembangan layanan wholesale dan ritel.

Di segmen ritel, BNI memperkuat platform digital wondr by BNI yang hingga akhir 2025 telah digunakan lebih dari 12 juta nasabah. Sementara pada segmen wholesale banking, BNI mengembangkan BNIdirect yang menyediakan layanan cash management, trade finance, bank guarantee, dan supply chain financing. Sepanjang 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect tumbuh lebih dari 25 persen secara tahunan.

Ekonom INDEF M. Rizal Taufikurahman menilai BNI memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui fungsi intermediasi perbankan yang menghubungkan likuiditas dengan sektor-sektor produktif.

“BNI memiliki peran strategis sebagai motor intermediasi yang menghubungkan likuiditas dengan sektor produktif. Kekuatan pembiayaan, layanan transaksi digital, dan jaringan wholesale menjadi faktor penting untuk mendorong investasi, ekspor, hilirisasi, serta memperkuat UMKM. Semakin efektif fungsi intermediasi berjalan, semakin besar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (1/7).

Hasil transformasi tersebut tercermin dari kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025. BNI membukukan laba bersih sebesar Rp20 triliun. Di saat yang sama, kualitas aset juga terus membaik dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto turun menjadi 1,9 persen dan loan at risk (LaR) membaik menjadi 8,5 persen.

Menurut Rizal, capaian tersebut menunjukkan transformasi yang dilakukan tidak hanya berdampak pada peningkatan keuntungan perusahaan, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis.

“Kinerja BNI yang tetap solid mencerminkan bahwa transformasi BUMN sektor keuangan mulai menghasilkan dampak nyata. Laba yang tumbuh, NPL yang terjaga di kisaran 1,9 persen, serta akselerasi layanan digital menunjukkan transformasi tidak hanya meningkatkan profitabilitas, tetapi juga memperbaiki kualitas bisnis dan efisiensi. Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut di tengah tekanan likuiditas dan suku bunga yang masih relatif tinggi,” katanya.

Momentum positif tersebut berlanjut pada 2026. Hingga akhir Mei 2026, BNI mencatat total aset sebesar Rp1.365,36 triliun, dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.063,92 triliun, laba bersih Rp9,05 triliun, serta ekuitas sebesar Rp160,99 triliun.

Di tengah penguatan tata kelola BUMN melalui Danantara Indonesia, Rizal menilai peran lembaga tersebut akan sangat ditentukan oleh kemampuannya memperkuat tata kelola dan disiplin bisnis BUMN.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore