
Ilustrasi petani sawit. SPKS mendukung program biodiesel B50, namun meminta pemerintah memastikan implementasinya tidak menekan harga TBS petani sawit. (Istimewa)
JawaPos.com – Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) meminta pemerintah memastikan implementasi program biodiesel B50 yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 tidak mengorbankan kesejahteraan petani sawit rakyat. Organisasi tersebut menilai keberhasilan program ketahanan energi nasional harus berjalan seiring dengan terjaganya harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani.
Ketua Umum SPKS Sabarudin mengatakan pihaknya mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi melalui peningkatan mandatori biodiesel. Namun, menurutnya, tata kelola program B50 perlu dievaluasi apabila biaya implementasinya justru dibebankan kepada petani.
"SPKS mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, serta meningkatkan nilai tambah komoditas sawit. Namun, tata kelola implementasi B50 perlu dievaluasi apabila petani sawit justru menjadi pihak yang paling terbebani," kata Sabarudin di Jakarta, Selasa (30/6).
Menurut dia, pemerintah telah meningkatkan mandatori biodiesel secara bertahap mulai dari B15, B20, B30, B35, B40 hingga kini B50. Meski demikian, SPKS menilai belum ada evaluasi menyeluruh mengenai dampak kebijakan tersebut terhadap kesejahteraan petani sawit rakyat.
"Kami tidak menolak B50. Yang kami tolak adalah tata kelola B50 apabila biaya implementasinya justru dibebankan kepada petani. Jangan sampai negara memperoleh ketahanan energi, industri menikmati nilai tambah, tetapi petani sawit harus membayar keberhasilan itu melalui turunnya harga TBS," ujarnya.
SPKS menilai kenaikan pungutan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dari 10 persen menjadi 12,5 persen berpotensi menekan harga TBS di tingkat petani.
Berdasarkan perhitungan organisasi tersebut, kenaikan pungutan ekspor diperkirakan dapat menurunkan harga TBS sekitar Rp833 per kilogram.
Sabarudin mengatakan, petani dengan kebun seluas dua hektare diperkirakan kehilangan pendapatan sekitar Rp1,66 juta setiap bulan. Kerugian meningkat seiring luas lahan, hingga hampir Rp5 juta per bulan bagi petani yang memiliki kebun enam hektare.
"Jika dihitung secara nasional, total kerugian petani sawit mencapai sekitar Rp499 hingga Rp500 miliar setiap bulan akibat turunnya harga TBS," katanya.
Menurut SPKS, manfaat ekonomi program B50 yang diperkirakan mencapai Rp24,68 triliun tidak seharusnya diperoleh dengan mengurangi pendapatan petani.
"Kalau negara ingin membangun ketahanan energi, maka petani sebagai produsen bahan baku juga harus menjadi pihak yang memperoleh manfaat, bukan justru menanggung bebannya," ujar Sabarudin.
Direktur Advokasi dan Hukum SPKS Andre menilai persoalan utama program B50 bukan terletak pada tujuan kebijakan, melainkan pada tata kelola yang belum memberikan manfaat secara proporsional kepada petani.
Menurut dia, selama ini petani sawit masih sebatas pemasok bahan baku, sementara nilai tambah dari industri biodiesel lebih banyak dinikmati sektor hilir.
"Petani justru berpotensi ikut membiayai program tersebut melalui tekanan terhadap harga TBS akibat kenaikan pungutan ekspor CPO," kata Andre.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
