Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juni 2026 | 14.27 WIB

Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Rupiah Berpotensi Melemah Pada 19 Juni

Pegawai menunjukan mata uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (14/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Jumat (19/6), setelah sebelummya ditutup melemah 32 poin menjadi Rp 17.794 per dollar AS pada perdagangan Kamis (18/6).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar AS didorong sentimen kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"Untuk perdagangan (19/6) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.790 - Rp 17.840," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Jumat (19/6).

Ia menjelaskan, Pasar Indonesia memang tengah mengalami tekanan dan volatilitas tinggi akibat sikap wait and see pelaku pasar. Investor global dan institusi menahan diri sembari menunggu dua keputusan krusial dari MSCI untuk melihat apakah status Indonesia dipertahankan di emerging market dan apakah pembekuan konstituen akan dicabut.

“Jika MSCI memutuskan penurunan peringkat. Terlebih lagi, pada pengumuman rebalancing sebelumnya, MSCI sempat membekukan penambahan konstituen saham baru untuk Indonesia akibat kekhawatiran terkait struktur kepemilikan dan transparansi free float,” Ujarnya.

Ibrahim mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed yang mempertahankan suku bunga tetap di 3,50%-3,75% pada hari Rabu dan memberi sinyal bahwa para pembuat kebijakan masih melihat ruang untuk kebijakan moneter yang lebih ketat di akhir tahun ini.

Proyeksi terbaru menunjukkan bahwa sembilan dari 19 pejabat Fed memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga pada tahun 2026, sebuah perubahan signifikan dari ekspektasi awal tahun ini.

Dalam pertemuan pertamanya sebagai ketua Fed, Kevin Warsh mempertahankan sikap tegas terhadap inflasi, menekankan komitmen bank sentral untuk memulihkan stabilitas harga. Fed juga menaikkan perkiraan inflasinya, mendorong investor untuk mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga dan meningkatkan nilai dolar.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore