
Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah didorong memperkuat disiplin fiskal, mengoptimalkan diplomasi ekonomi, dan mempercepat transformasi sektor riil guna menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengatakan, langkah diplomasi ekonomi perlu diperkuat, terutama untuk menegosiasikan suku bunga dan tenor pinjaman dengan kreditur internasional. Hal itu agar tekanan terhadap ruang fiskal APBN dapat diminimalkan.
“Diplomasi diperlukan untuk menegosiasikan kembali suku bunga serta tenor pinjaman, mengingat kondisi ekonomi global saat ini penuh ketidakpastian,” ujar Kamrussamad dalam acara diskusi publik Pantau APBN di Jakarta, Kamis (18/6).
Baca Juga:Peserta Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih yang Mundur Dipersilakan Daftar lagi, ini Tanggalnya!
Di tengah tantangan global maupun domestik yang terjadi, Kamrussamad meminta agar APBN dapat digunakan secara produktif agar dapat mendorong roda perekonomian di tengah masyarakat.
"Makanya Pak Prabowo menerbitkan inpres tentang efisiensi supaya penggunaan anggaran negara dilakukan secara produktif, terukur, dan memiliki outcome yang jelas," tegas Kamrussamad.
Di sisi lain, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai, pelemahan rupiah dalam satu dekade terakhir mencerminkan tantangan struktural ekonomi yang masih perlu dibenahi. Dia menyatakan, pemerintah telah memperkuat fondasi ekonomi melalui pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan industri manufaktur serta peningkatan konektivitas.
"Konektivitas yang semakin baik membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha daerah untuk menembus pasar ekspor," ujar Fakhrul Fulvian.
Dia mengatakan, kinerja sejumlah indikator ekonomi, termasuk neraca perdagangan yang masih surplus, menunjukkan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga. “Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat, didukung sumber daya alam yang melimpah dan potensi sektor produktif yang besar,” ungkap Fakhrul Fulvian.
Karena itu, penguatan struktur ekonomi, peningkatan kualitas belanja negara, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah dinamika global.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
