Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juni 2026 | 23.18 WIB

ASN dan Tranmigrasi: Kunci Kemakmuran Warga di Tengah Ketidakpastian

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas aparatur di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar, Bali, Jumat (12/6)/(Istimewa). - Image

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas aparatur di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar, Bali, Jumat (12/6)/(Istimewa).

JawaPos.com – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk terus meningkatkan kapasitas dan integritas kerja guna mendukung transformasi program transmigrasi yang kini berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci agar berbagai program pemerintah di kawasan transmigrasi dapat berjalan efektif. Program itu juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi warga transmigran dan masyarakat lokal.

"Tujuannya untuk melakukan peningkatan kapasitas pegawai ASN dan non-ASN agar lebih memiliki integritas di dalam bekerja yang berorientasi kepada pelayanan, akuntabel, kemudian loyal, kompeten, adaptif, dan kolaborasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas aparatur di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar, Bali, Jumat (12/6).

Ia menambahkan, peningkatan kinerja aparatur difokuskan pada pencapaian target program dan pelaksanaan tugas sesuai fungsi masing-masing.

"Satu, peningkatan kinerjanya itu adalah dia fokus bekerja sesuai dengan tugas pokok fungsinya. Kemudian yang kedua, seluruh target-target perencanaan di dalam APBN juga sudah terpenuhi. Dan yang ketiga, output-nya itu harus sesuai dengan perencanaan dan target," pungkasnya.

Menurut Viva, kontribusi transmigrasi terhadap pembangunan nasional dapat dilihat dari lahirnya berbagai wilayah administratif baru sejak era Presiden Soekarno hingga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Karena kita beranggapan bahwa ASN di Kementerian Transmigrasi telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perjalanan bangsa karena dari zaman Presiden Soekarno sampai Presiden Prabowo Subianto telah melahirkan desa definitif sebanyak 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan 3 ibu kota provinsi," ujar Viva.

Tiga ibu kota provinsi yang dimaksud adalah Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan. Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil dari program transmigrasi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Viva menjelaskan, program transmigrasi telah memindahkan sekitar 2,2 juta kepala keluarga atau setara 9,1 juta jiwa ke berbagai kawasan di Indonesia.

Namun, ia menegaskan bahwa orientasi program transmigrasi saat ini telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya lebih dikenal sebagai program pemindahan penduduk, kini fokusnya bergeser pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore