
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas aparatur di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar, Bali, Jumat (12/6)/(Istimewa).
JawaPos.com – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk terus meningkatkan kapasitas dan integritas kerja guna mendukung transformasi program transmigrasi yang kini berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci agar berbagai program pemerintah di kawasan transmigrasi dapat berjalan efektif. Program itu juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi warga transmigran dan masyarakat lokal.
"Tujuannya untuk melakukan peningkatan kapasitas pegawai ASN dan non-ASN agar lebih memiliki integritas di dalam bekerja yang berorientasi kepada pelayanan, akuntabel, kemudian loyal, kompeten, adaptif, dan kolaborasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujar Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas aparatur di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar, Bali, Jumat (12/6).
Ia menambahkan, peningkatan kinerja aparatur difokuskan pada pencapaian target program dan pelaksanaan tugas sesuai fungsi masing-masing.
"Satu, peningkatan kinerjanya itu adalah dia fokus bekerja sesuai dengan tugas pokok fungsinya. Kemudian yang kedua, seluruh target-target perencanaan di dalam APBN juga sudah terpenuhi. Dan yang ketiga, output-nya itu harus sesuai dengan perencanaan dan target," pungkasnya.
Menurut Viva, kontribusi transmigrasi terhadap pembangunan nasional dapat dilihat dari lahirnya berbagai wilayah administratif baru sejak era Presiden Soekarno hingga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Karena kita beranggapan bahwa ASN di Kementerian Transmigrasi telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perjalanan bangsa karena dari zaman Presiden Soekarno sampai Presiden Prabowo Subianto telah melahirkan desa definitif sebanyak 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan 3 ibu kota provinsi," ujar Viva.
Tiga ibu kota provinsi yang dimaksud adalah Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan. Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil dari program transmigrasi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Viva menjelaskan, program transmigrasi telah memindahkan sekitar 2,2 juta kepala keluarga atau setara 9,1 juta jiwa ke berbagai kawasan di Indonesia.
Namun, ia menegaskan bahwa orientasi program transmigrasi saat ini telah mengalami perubahan. Jika sebelumnya lebih dikenal sebagai program pemindahan penduduk, kini fokusnya bergeser pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
