
David Tatangsurja dari Business Development PT deGadai Solusi Digital. (Istimewa)
JawaPos.com - Ketika nilai tukar rupiah sempat menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (USD) , sebagian kalangan berada memilih langkah yang berbeda dalam mengelola keuangan.
Alih-alih menjual aset bernilai tinggi, mereka justru memanfaatkan barang mewah seperti tas branded dan jam tangan premium sebagai sumber likuiditas jangka pendek.
“Dengan menggadaikan aset, individu bisa mendapatkan likuiditas sambil tetap mempertahankan kepemilikan aset mereka tanpa terpengaruh nilai tukar,” ujar David Tatangsurja dari Business Development PT deGadai Solusi Digital.
Fenomena tersebut menunjukkan perubahan cara pandang terhadap barang mewah. Tas Hermès, Chanel, maupun jam tangan premium seperti Rolex dan Patek Philippe kini tidak lagi diposisikan semata sebagai koleksi atau simbol status sosial.
Di kalangan pemilik aset bernilai tinggi atau high net worth individuals (HNWI), barang-barang tersebut mulai diperlakukan sebagai bagian dari portofolio kekayaan yang dapat dimanfaatkan ketika kondisi ekonomi sedang bergejolak.
Menurut David, menjual aset premium saat pasar berada dalam tekanan sering kali bukan pilihan terbaik. Ketika nilai tukar rupiah melemah dan ketidakpastian ekonomi meningkat, harga jual aset bisa berada di bawah potensi nilai sebenarnya.
Karena itu, gadai menjadi alternatif untuk memperoleh dana tunai tanpa harus kehilangan aset yang dimiliki.
Strategi tersebut sejalan dengan tren global yang menempatkan barang mewah sebagai aset alternatif. Berbeda dengan banyak instrumen lain yang sensitif terhadap fluktuasi ekonomi domestik, sejumlah produk luxury memiliki pasar sekunder yang relatif kuat dan mampu mempertahankan nilainya dalam jangka panjang.
Tas dari rumah mode ternama misalnya, kerap mengalami kenaikan harga dari tahun ke tahun, terutama untuk model yang diproduksi terbatas. Hal serupa juga terjadi pada jam tangan mewah dari merek tertentu yang nilainya terus meningkat di pasar kolektor maupun lelang internasional.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
