Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juni 2026 | 02.12 WIB

Tren Investasi Jepang di Indonesia Terus Meningkat

Ilustrasi Investasi. (Freepik) - Image

Ilustrasi Investasi. (Freepik)

JawaPos.com - Realisasi investasi Jepang di Indonesia dalam kurun lima tahun terakhir tumbuh rata-rata 13,2 persen. Jika diakumulasi, investasi negeri matahari terbit itu mencapai USD 17,1 miliar dan telah menyerap 278.887 tenaga kerja. 

Pengamat Investasi dan Hubungan Internasional Zenzia Sianica Ihza menyebut, iklim investasi di Indonesia cukup baik. Sampai kini Jepang tetap menjadi investor terbesar ke-5 di Indonesia. "Investasi Jepang tetap tumbuh positif dan menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia," sebut Sianica Ihza di Jakarta pada Rabu (10/6).

Pandangan Sianica Ihza itu merespons kritik pengusaha Jepang Yutaka Togunaka tentang banyaknya nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang tidak kunjung terealisasi menjadi proyek. "Itu tidak sepenuhnya benar. Data bicara lain," sambugnya.

Bahkan akumulai investasi Jepang mencapai USD 17,1 miliar merupakan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). 

Untuk diketahui, sebelumnya Yutaka Togunaka yang merupakan pengusaha Jepang dan telah lama berbisnis di Indonesia menyoroti fenomena yang kerap terjadi dalam hubungan bisnis Jepang–Indonesia. Dia menyebut banyak MoU yang berakhir tanpa realisasi proyek yang jelas.

Di mata Zenzia, dalam praktik bisnis internasional, MoU pada dasarnya merupakan instrumen penjajakan awal yang tidak selalu berakhir menjadi kontrak investasi. Oleh karena itu, kurang tepat jika efektivitas hubungan ekonomi Indonesia-Jepang hanya diukur dari jumlah MoU yang berhasil direalisasikan menjadi proyek bisnis.

Di seluruh dunia MoU adalah tahap awal untuk membangun komitmen dan menjajaki peluang kerja sama. "Tidak semua MoU sampai pada tahap implementasi. Banyak yang berhenti setelah studi kelayakan karena pertimbangan bisnis, perubahan pasar, maupun evaluasi risiko investasi," kata Zenzia. 

Dia menyebut salah satu indikator yang lebih relevan untuk mengukur tingkat kepercayaan investor, yaitu realisasi investasi yang benar-benar masuk ke dalam perekonomian nasional. 

"Untuk Indonesia-Jepang, data justru menunjukkan tren yang positif. Jika investor Jepang tidak percaya terhadap Indonesia, mereka tidak akan terus menambah investasi setiap tahun dan memperluas basis produksi mereka di sini," ujarnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore