
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy dalam peluncuran GIFT, Kamis (4/6). (ANTARA)
JawaPos.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menargetkan kerja sama Green Indonesia Future Initiative (GIFT) dapat membawa masuk investasi hijau senilai USD 2 miliar hingga 2030.
Ia mengatakan, peluncuran inisiatif kerja sama antara Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI) tersebut bertujuan untuk mendukung ekonomi hijau (green economy), pekerjaan hijau (green jobs), hingga pembangunan berbasis lingkungan hidup di Indonesia.
“Iklim yang sedang berubah sekarang ini akan membutuhkan model pembangunan baru di mana pembangunan hijau tidak bisa dipandang sebelah mata,” kata Rachmat Pambudy dalam Peresmian Green Indonesia Future Initiative, dikutip Sabtu (6/6).
Inisiatif GIFT merupakah tahap keempat dalam rangkaian kerja sama yang terjalin antara Bappenas dan GGGI. Fase pertama kolaborasi antara kedua lembaga tersebut berlangsung pada 2013 hingga 2015 dengan fokus pada integrasi pertumbuhan hijau melalui hibah GGGI.
Fase selanjutnya diimplementasikan pada 2016-2020 untuk mendorong investasi hijau di sektor energi, lahan dan hutan, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui dukungan teknis dan pengarusutamaan (mainstreaming) penggunaan energi terbarukan.
Fase ketiga berjalan pada 2021 hingga 2025 untuk memperkuat kebijakan, akses pendanaan, dan kapasitas nasional serta mendorong ambisi pertumbuhan hijau melalui investasi hijau di sektor energi terbarukan, kota hijau dan KEK, lanskap berkelanjutan, hingga keuangan hijau.
Sementara itu, inisiatif GIFT dilaksanakan berdasarkan kerangka GGGI Indonesia Country Planning Framework (CPF) 2026-2030 dengan fokus pada investasi hijau, aksi iklim, carbon pricing, kehutanan berkelanjutan, ekonomi biru dan pesisir, energi berkelanjutan, mobilitas berkelanjutan, serta bangunan dan industri hijau.
Rachmat menuturkan, program GIFT menggeser arah kerja sama Bappenas dan GGGI dari tahap konsolidasi menuju percepatan dampak pembangunan. Target investasi sebesar 2 miliar dolar AS setara dengan dua kali lipat total capaian investasi dari seluruh fase kolaborasi sebelumnya.
Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan menyelaraskan kebutuhan pembangunan nasional Indonesia dengan dinamika pembiayaan dan prioritas regional melalui pendekatan demand-driven serta kemitraan jangka panjang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
