
PLTP Lumut Balai Unit 3 (target operasi komersial/COD 2030) mendapat pendanaan sebesar USD 158,86 juta dari Japan International Cooperation Agency (JICA). (dok. PGEO)
JawaPos.com – Tiga proyek panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) masuk dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dengan masuknya proyek-proyek tersebut ke dalam daftar prioritas pinjaman luar negeri, PGE pun memperoleh pendanaan internasional senilai total USD 477,87 juta.
Ketiga proyek yang tercantum dalam Green Book 2026 adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt (MW), PLTP Lumut Balai Unit 4 berkapasitas 55 MW, serta PLTP Lahendong Unit 7–8 berkapasitas 50 MW.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, masuknya proyek-proyek tersebut ke dalam Green Book menunjukkan bahwa proyek telah memenuhi sejumlah persyaratan untuk melanjutkan ke tahap pengembangan berikutnya.
Menurutnya, pencantuman dalam Green Book juga membuka peluang akses terhadap berbagai sumber pendanaan internasional yang dapat mendukung realisasi proyek.
"Kami melihat pencapaian ini dapat meningkatkan visibilitas proyek-proyek Perseroan di mata calon mitra strategis maupun lembaga pendanaan global," kata Ahmad Yani dalam keterangan tertulis PGEO, Jumat (5/6).
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, PGE membukukan laba bersih sebesar USD 43,90 juta atau meningkat 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 31,35 juta. Pendapatan perusahaan juga naik 14,8 persen menjadi USD 116,56 juta dari sebelumnya USD 101,51 juta.
Di sisi operasional, produksi listrik panas bumi PGE pada 2025 mencapai 5.095 gigawatt hour (GWh), meningkat 5,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada kuartal I 2026, produksi listrik tercatat 1.370 GWh atau naik 15,22 persen secara tahunan.
Green Book 2026 atau Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri Tahun 2026 memuat proyek-proyek yang telah memperoleh komitmen pendanaan luar negeri melalui koordinasi pemerintah dengan berbagai mitra pembangunan internasional.
Sebelumnya, ketiga proyek tersebut telah tercantum dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah Tahun 2025–2029 (Blue Book) Bappenas. Pencantuman dalam Green Book menandai kesiapan proyek untuk memasuki tahap implementasi lebih lanjut.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
