
Pendampingan UMKM rentan dan disabilitas menguasai strategi bisnis digital. (Istimewa)
JawaPos.com - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan tantangan usaha yang lebih kompleks mulai mendapat perhatian lebih dalam penguatan ekonomi digital. Tidak hanya soal akses pembiayaan, para pelaku usaha kini didorong meningkatkan kemampuan pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga strategi pengembangan bisnis agar mampu bertahan dan bersaing di tengah perubahan pasar.
Upaya tersebut terlihat melalui program pendampingan UMKM yang menyasar pelaku usaha berisiko tinggi dan penyandang disabilitas di wilayah Tangerang dan Serang. Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan singkat, tetapi juga pendampingan usaha berkelanjutan selama enam bulan agar peserta dapat langsung menerapkan strategi bisnis yang dipelajari.
Sebanyak 24 peserta mengikuti pelatihan tahap pertama di Tangerang. Peserta terdiri atas 16 nasabah Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) serta delapan pelaku usaha penyandang disabilitas. Program tersebut merupakan bagian dari pembinaan UMKM yang dijalankan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan modal usaha. Menurut dia, pelaku usaha juga membutuhkan pendampingan yang konsisten agar mampu meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas peluang pasar.
”Kami meyakini bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan pembiayaan, tetapi juga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan dan tepat sasaran. Karena itu, melalui program ini kami ingin memastikan pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas dan usaha dengan tantangan risiko yang lebih tinggi, memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang, meningkatkan kapasitas bisnis, dan memperkuat daya saing usahanya,” ujar Fajriyah.
Dalam pelaksanaannya, program pembinaan difokuskan pada pengukuran dampak usaha dan optimalisasi pendapatan. Peserta juga mendapatkan materi terkait strategi pemasaran, penguatan kapasitas bisnis, hingga pengelolaan keuangan usaha yang dinilai semakin penting di era ekonomi digital.
”Kami menargetkan total 40 UMKM dapat menerima manfaat dari program tersebut. Setelah pelatihan tatap muka selesai, peserta akan memperoleh sesi mentoring individual atau one by one selama enam bulan,” papar Fajriyah Usman.
Pendampingan lanjutan itu diarahkan agar pelaku usaha mampu mengembangkan strategi bisnis yang lebih adaptif. Termasuk memperluas jaringan usaha dan meningkatkan efektivitas pemasaran di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Salah satu peserta program, Wiwin, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari kegiatan pembinaan tersebut. Pelatihan tidak hanya memberikan teori usaha, tetapi juga solusi praktis atas tantangan bisnis yang dihadapi pelaku UMKM sehari-hari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022