
Ilustrasi rupiah melemahh terhadap dollar Amerika Serikat. (Dok/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pelemahan rupiah yang bergerak di kisaran Rp17.660–Rp17.617 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memunculkan kembali perbandingan dengan masa pemulihan ekonomi era Presiden ke-3 RI B. J. Habibie.
Namun, Dosen Departemen Ekonomi Universitas Andalas, Syafruddin Karimi menilai strategi yang dilakukan pada masa Habibie tidak bisa diterapkan secara mentah untuk kondisi saat ini.
Syafruddin mengatakan pembalikan rupiah pada era Habibie terjadi bukan semata-mata karena intervensi teknis di pasar valuta asing. Saat itu, rupiah sebelumnya telah jatuh terlalu dalam akibat kepanikan politik, krisis perbankan, tingginya utang valas korporasi, inflasi, hingga hilangnya kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Ketika Habibie membuka ruang demokratisasi, mempercepat reformasi politik, menjaga hubungan dengan lembaga internasional, melanjutkan pemulihan ekonomi, dan memperkuat restrukturisasi perbankan, pasar membaca satu sinyal penting yakni negara masih bekerja,” ujar Syafruddin kepada JawaPos.com, Sabtu (23/5).
Dia menjelaskan, perubahan psikologi pasar menjadi faktor utama yang membuat rupiah mampu menguat cepat setelah mengalami tekanan berat pada 1998. Pelajaran terpenting terletak pada kemampuan membalik ekspektasi.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
