Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Mei 2026 | 05.03 WIB

Dihadiri Hashim Djojohadikusumo, Wamen PKP Fahri Hamzah Pamer Buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045

Acara launching buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (21/5). (Dimas Choirul/JawaPos.com) - Image

Acara launching buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (21/5). (Dimas Choirul/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah meluncurkan buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045, yang memuat gagasan dan arah pembangunan sektor perumahan sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia Emas 2045.

Fahri mengatakan isi buku merupakan upaya menerjemahkan gagasan Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan perumahan yang dinilai harus terintegrasi dan tidak semata dipandang sebagai bisnis properti.

“Sebenarnya kalau kita bicara karena semua ini kan pikiran dari pikiran besar Bapak Presiden (Prabowo) ya. Dan Bapak Presiden itu bukan orang yang tidak tahu persoalan ya. Dia ekonom, dia pemikir, dia tahu hulu hilir persoalan. Dan saya kira apa yang saya tulis dalam buku ini sebenarnya kalau dalam pengertian saya itu adalah tafsir dari pikiran yang sudah lama beliau katakan,” ujar Fahri dalam acara launching buku di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (21/5).

Dalam buku tersebut, Fahri menyoroti pentingnya pembangunan rumah rakyat di atas tanah milik negara maupun aset milik BUMN, BUMD, dan pemerintah daerah agar harga hunian lebih terjangkau.

“Kalau mau bangun rumah rakyat harus di atas tanah negara atau tanah milik negara; BUMN, BUMD, Pemda dan sebagainya itu. Karena hanya dengan cara itu mendekati 50 persen dari harga rumah itu bisa diturunkan,” katanya.

Selain soal lahan, Fahri menekankan pentingnya tata kota yang terintegrasi agar masyarakat tidak terbebani biaya hidup tinggi akibat tempat tinggal yang jauh dari pusat aktivitas.

“Jadi harus ada desain yang terintegrasi tidak boleh sepotong. Idenya kira-kira ide swasembada papan itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan konsep tersebut juga mencakup penguatan industri material lokal agar target swasembada perumahan tidak bergantung pada impor bahan baku.

Fahri menyebut penulisan buku ini juga dilatarbelakangi keinginannya untuk memberikan pemahaman yang lebih sistematis terhadap program perumahan pemerintah.

“Program pak Prabowo itu bukan bisnis properti, dia transformasi. Jadi negara ini mau diajak berubah ya kan dalam skala yang sebesar-besarnya supaya kawasan kumuh hilang,” kata Fahri.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore