
Plt. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Herman Saherudin di acara SMBC Indonesia, Selasa (19/5)/(Dimas Choirul/Jawapos.com)
JawaPos.com - Plt. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Herman Saherudin menegaskan disiplin belanja pemerintah menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional 5,61 persen di tengah ketidakpastian global.
Menurut Herman, pemerintah kini menerapkan pola penyerapan anggaran yang lebih tepat waktu agar dampak belanja negara dapat langsung dirasakan masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi.
“Konsumsi pemerintah lebih disiplin. Lebih disiplin itu artinya penyerapan anggarannya dilakukan tepat waktu,” ujar Herman di acara SMBC Indonesia, di Jakarta, Selasa (19/5).
Ia mengatakan, selama ini pola belanja pemerintah kerap menumpuk pada akhir tahun. Padahal, penundaan belanja sama artinya dengan menunda efek pengganda atau multiplier effect ke perekonomian.
“Nah bagi kami di pemerintah, di Kementerian Keuangan dengan APBN sebagai alat fiskal yang kami punya, menunda konsumsi itu artinya menunda multiplier effect untuk masuk ke perekonomian,” katanya.
Karena itu, Kemenkeu melakukan perapihan pola belanja melalui berbagai program strategis nasional agar konsumsi pemerintah dapat berjalan lebih konsisten sejak awal tahun.
“Oleh sebab itu, salah satu strategi fiskal yang kami gunakan adalah merapikan ini, yaitu merapikan agar konsumsi dilakukan tepat waktu melalui program-program strategis nasional,” ucap Herman.
Ia menyebut disiplin penyerapan anggaran membuat realisasi konsumsi pemerintah pada kuartal I 2026 telah mencapai lebih dari 20 persen dari total konsumsi pemerintah sepanjang tahun. Kondisi tersebut ikut mendorong pertumbuhan konsumsi pemerintah hingga 21,81 persen secara tahunan.
“Dengan melakukan disiplin konsumsi tepat waktu ini di kuartal I ya kita keluarkan more than 20% untuk konsumsi secara disiplin, maka kelihatan tumbuhnya tinggi. Dan ini menciptakan efek multiplier yang baik,” tuturnya.
Herman menilai belanja negara yang baik bukan hanya soal besaran anggaran, melainkan juga soal ketepatan waktu, efektivitas, dan dampaknya terhadap ekonomi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
