Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 04.10 WIB

Dolar AS Makin Menggila, BI Turunkan Lagi Batas Pembelian Dolar Tanpa Underlying jadi USD 25 Ribu

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. BI menurunkan kembali batas beli dolar AS jadi USD 25 ribu per orang per bulan. - Image

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. BI menurunkan kembali batas beli dolar AS jadi USD 25 ribu per orang per bulan.

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) menurunkan kembali batas maksimum pembelian dolar AS tanpa underlying jadi USD 25 ribu per orang per bulan. Belum lama ini otoritas moneter telah menurunkan batas beli dolar AS tanpa underlying dari USD 100 ribu jadi USD 50 ribu per orang per bulan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan strategi BI tersebut ditempuh dalam rangka menjaga stabilitas nilai rupiah. Di mana saat ini, nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tengah tertekan di kisaran Rp 17.600.

Perry mengungkapkan, intervensi di pasar valuta asing merupakan salah satu langkah BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain intervensi pasar, BI juga meningkatkan tingkat imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi 6,41 persen untuk mendukung arus masuk modal asing (capital inflow).

Menurut Perry, kebijakan tersebut dinilai cukup efektif, tercermin dari arus masuk modal bersih melalui SRBI yang mencapai USD 105,16 miliar secara tahun kalender hingga 18 Mei 2026.

"Kenapa kami meningkatkan bunga SRBI? Supaya net inflow masih terjadi. Alhamdulillah itu mencatat inflow, sehingga menambah pasokan valas di dalam negeri," katanya di DPR, Senin (18/5).

Selain itu, Perry mengatakan BI juga telah memperluas transaksi yuan-rupiah di pasar domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

BI, lanjut dia, juga akan menurunkan batas pembelian dolar AS tunai di pasar domestik tanpa underlying dari sebelumnya USD 50 ribu per pelaku per bulan menjadi USD 25 ribu mulai Juni mendatang.

"Hal ini kami lakukan supaya yang beli dolar AS adalah yang betul-betul membutuhkan," kata Perry.

Adapun saat ini BI memiliki cadangan devisa sebesar USD 114 miliar dan telah meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing, baik melalui pasar spot, lindung nilai, maupun forward.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore