
Ilustrasi pemilik rekening dormant. Otoritas Jasa Keuangan atur rekening tanpa aktivitas dalam periode tertentu dinyatakan doormant. (Freepik)
JawaPos.com – Kasus dugaan pembobolan rekening dormant senilai Rp204 miliar yang diungkap Bareskrim Polri dinilai tidak akan mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.
Meski sempat mengejutkan publik, kasus tersebut disebut lebih menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat pengawasan internal dan kepatuhan terhadap prosedur operasional di sektor perbankan.
Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar menilai kasus tersebut tidak hanya berkaitan dengan ulah oknum, tetapi juga menunjukkan pentingnya pengawasan internal yang lebih ketat di lingkungan perbankan.
“Ada dua hal. Satu adalah memang oknum, karena pelaku ya. Yang kedua itu adalah pengawasan internal juga,” ujar Hermanto kepada Jawapos.com, Senin (11/5).
Menurut dia, aktivitas transaksi mencurigakan seharusnya dapat segera terdeteksi oleh sistem maupun pihak internal bank, terlebih jika dilakukan di luar jam operasional normal.
“Manakala ada sesuatu yang mencurigakan, misalnya dia memindahkan itu dana yang ratusan miliar itu di luar jam kerja, itu kan udah sebetulnya siapa pun yang terkait di situ ya, entah itu kasir atau apa, dia kan udah harusnya ‘oh ada apa nih?’ gitu. Dan dia harusnya bisa melapor kepada atasan yang lebih tinggi gitu,” katanya.
Hermanto menilai industri perbankan perlu menjadikan kasus tersebut sebagai momentum evaluasi untuk memperkuat sistem pengawasan dan kepatuhan terhadap Sistem Operasional Prosedur (SOP).
“Jadi perbankan saya kira dengan kejadian itu mengambil suatu pelajaran yang sangat berharga gitu ya. Jadi lebih meningkatkan pengawasan, jangan sampai hal seperti itu terjadi kembali. Sistem pengawasan internal harus diperkuat,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa pelanggaran SOP sekecil apa pun harus menjadi perhatian seluruh pihak di lingkungan perbankan.
“Hal-hal yang sifatnya melanggar SOP, melanggar SOP itu banyaklah, misalnya tadi mengerjakan tugas kantor di luar jam kerja gitu ya, itu kan melanggar SOP itu. Itu semua pihak itu harus misalnya jadi alert dan melaporkan gitu,” lanjutnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
