Ilustrasi penukaran mata uang asing di money changer
JawaPos.com – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M Rizal Taufikurahman memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih akan volatile dalam jangka pendek.
Ia memperkirakan ruang gerak rupiah masih berada di kisaran Rp17.500–17.900 per dolar AS di tengah kuatnya tekanan global dan domestik.
"Saya melihat ruang pergerakan rupiah masih berada di kisaran Rp17.500–17.900 per dolar AS dalam beberapa waktu ke depan. Namun jika tensi geopolitik mereda, arus modal asing kembali masuk, dan pemerintah mampu menjaga kredibilitas APBN serta stabilitas makroekonomi, maka peluang penguatan rupiah secara bertahap tetap terbuka," kata Rizal kepada Jawapos.com, Senin (18/5).
Menurut dia, pelemahan rupiah yang sudah menembus Rp17.674 per dolar AS pada pantauan Senin (18/5) siang, bukan lagi sekadar gejolak harian, melainkan mencerminkan tekanan global dan domestik yang terjadi secara bersamaan.
Kondisi ini, kata dia, menunjukkan bahwa pasar sedang berada pada fase risk-off terhadap emerging markets, termasuk Indonesia. Apalagi di tengah tingginya ketidakpastian global, investor cenderung mencari aset aman seperti dolar AS sehingga tekanan terhadap rupiah semakin besar.
"Penyebab paling dominan saat ini masih berasal dari faktor eksternal, terutama penguatan dolar AS, tingginya suku bunga global, dan lonjakan harga minyak dunia akibat tensi geopolitik. Sebagai negara net importer minyak, kenaikan harga energi otomatis meningkatkan kebutuhan impor dan permintaan dolar AS," kata Rizal.
Di sisi lain, lanjut Rizal, faktor domestik juga ikut memperberat tekanan, mulai dari kekhawatiran terhadap pelebaran defisit fiskal, kebutuhan pembiayaan utang yang besar, hingga persepsi pasar terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.
"Jadi tekanan rupiah saat ini bukan hanya karena dolar kuat, tetapi juga karena premi risiko Indonesia ikut meningkat," tambahnya.
Bank Indonesia (BI) sendiri sudah melakukan berbagai intervensi melalui pasar spot, DNDF, dan stabilisasi pasar obligasi. Meski begitu, menurut Rizal stabilitas nilai tukar tak bisa hanya mengandalkan intervensi moneter saja tetapi juga harus melihat kondisi fiskal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
