
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat melakukan kunjungan industri di Belarus (Dok. Kemenko Ekon)
JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memulai rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus dengan mengunjungi sejumlah industri strategis di Minsk, Belarus.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kerja sama perdagangan dan mengoptimalkan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Dalam kunjungan pada Kamis (14/5) waktu setempat, Airlangga memenuhi undangan Deputi Perdana Menteri Belarus dengan meninjau sejumlah perusahaan manufaktur utama di sektor alat berat, kendaraan komersial, hingga mekanisasi pertanian modern.
Adapun perusahaan yang dikunjungi yakni Minsk Tractor Works (MTZ), MAZ (Minsk Automobile Plant), dan BelAZ Holding Management Company. Adapun ketiganya dikenal sebagai tulang punggung industri manufaktur Belarus yang memiliki keunggulan dalam produksi alat berat dan teknologi pertanian modern.
Airlangga mengatakan, penjajakan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Belarus sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui modernisasi pertanian dan penyediaan alat berat yang efisien.
“Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam produk alat berat, terutama yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Jumat (15/5).
Belarus sendiri, kata dia, memiliki basis industri manufaktur yang cukup kuat. Kontribusi sektor manufaktur negara tersebut tercatat mencapai sekitar 20,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2024.
Terlebih, Belarus juga dikenal unggul dalam pengembangan agroindustri dan mekanisasi pertanian, dengan tingkat swasembada pangan mencapai sekitar 96 persen.
Dalam kunjungan ke Minsk Tractor Works (MTZ), Airlangga meninjau pengembangan teknologi traktor dan alat mesin pertanian yang dinilai berpotensi mendukung pengembangan food estate serta peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
