Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Mei 2026 | 05.41 WIB

Wujudkan Hilirisasi, Aryo Djojohadikusumo Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka

Direktur Utama PT Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo. (Istimewa) - Image

Direktur Utama PT Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo. (Istimewa)

JawaPos.com - Direktur Utama PT Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo berencana membangun pusat riset timah dan logam tanah jarang (rare earth elements/REE) di Bangka. Program ini guna mempercepat strategi hilirisasi dan penguatan teknologi mineral.

Aryo mengatakan, Indonesia perlu memperkuat daya saing industri timah di tengah kebutuhan global yang kian meningkat. Adanya pusat riset akan mempercepat industri semakin maju.

“Bayangin, industri timah Indonesia sudah ada selama 150 tahun dan kita tidak punya pusat riset timah,” kata Aryo dalam forum industri pertambangan dan metalurgi Met Connex 2026 di JCC, Jakarta, Selasa (12/5).

Pusat riset ini nantinya ditargetkan bisa menjadi basis pengembangan teknologi timah dan pengolahan logam tanah. Rare earth elements dianggap salah satu produk sampingan timah yang memiliki nilai strategis tinggi untuk masa depan industri global, terutama dalam mendukung transisi energi dan teknologi tinggi. 

Beberapa unsur yang disebutkannya antara lain neodymium (NdPr) dan dysprosium yang dibutuhkan dalam berbagai perangkat teknologi dan industri energi.

“Semoga kita bisa mendapatkan manfaat dari itu. Salah satu hal yang kami lakukan adalah berinvestasi membangun pusat riset timah dan logam tanah jarang di Bangka,” imbuhnya.

Melihat peluang yang begitu besar, Indonesia perlu mulai menguasai teknologi hilir berbasis timah, termasuk pengembangan solder untuk industri semikonduktor yang memerlukan formulasi campuran logam (alloy) dengan standar tinggi.

Untuk menunjang pasar, Aryo mengatakan, Indonesia perlu riset domestik dan penguatan ekosistem nasional. Dengan begitu, ketergantungan terhadap pasar luar negeri bisa dikurangi. 

“Kita perlu menguasainya, dan ini harus dimiliki oleh Indonesia, diteliti di Indonesia, dan dibuat di Indonesia,” jelasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore