
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp 17.529 per dolar AS pada Selasa (12/5). Perang AS-Iran dan data ekonomi AS jadi sorotan pasar di Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,66 persen atau 115 poin ke Rp 17.529 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (12/5). Kurs Rupiah kembali melemah dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.414 per dolar AS.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan pelemahan nilai rupiah ini dipicu oleh negosiasi untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran yang tampak rapuh.
Hal ini terjadi lantaran respons Teheran terhadap proposal AS menyoroti perbedaan mencolok yang membuat ketegangan kembali meningkat, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin (11/5) bahwa gencatan senjata dengan Iran "dalam kondisi kritis".
"Secara terpisah, Wall Street Journal melaporkan pada hari Senin bahwa UEA melakukan serangan militer terhadap Iran, termasuk serangan pada awal April yang menargetkan kilang minyak di Pulau Lavan, Iran. UEA belum secara terbuka mengakui serangan tersebut, menurut laporan itu," kata Ibrahim dalam analisisnya, Selasa (12/5).
Lebih lanjut, Ibrahim juga menyampaikan bahwa pasar kini menunggu data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis malam nanti, yang dapat memengaruhi ekspektasi terhadap jalur kebijakan moneter Fed.
CPI utama diperkirakan akan naik 0,6 persen month on month (MoM) pada bulan April yang melambat dari kenaikan 0,9 persen pada bulan Maret. Adapun secara tahunan, inflasi diperkirakan akan meningkat menjadi 3,7 persen secara tahunan atau year on year (YoY) dari 3,3 persen sebelumnya.
"Sementara CPI inti diproyeksikan menunjukkan peningkatan 2,7 persen YoY pada bulan April, dibandingkan dengan 2,6 persen sebelumnya," jelas Ibrahim.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto, kata Ibrahim, telah menegur Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo karena mata uang tersebut berada di dekat rekor terendah sekitar Rp17.500 per dolar.
Sentimen juga terpukul oleh penurunan sektor manufaktur Indonesia pada bulan April, yang pertama dalam sembilan bulan, karena melemahnya permintaan pasca-liburan dan meningkatnya tekanan produksi akibat guncangan geopolitik dan pasokan.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
