
PT TBS Energi Utama Tbk mencatat pendapatan konsolidasi tumbuh sebesar 20,5 persen secara tahunan. (dok. TOBA)
JawaPos.com - PT TBS Energi Utama Tbk (kode saham TOBA) mencatat pendapatan konsolidasi tumbuh sebesar 20,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi USD 86,29 juta pada kuartal I 2026 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 71,52 juta.
Sementara itu, laba kotor konsolidasi tumbuh 46,7 persen (yoy) mencapai USD 10,38 juta pada tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 7,07 juta.
Direktur TBS Juli Oktarina dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (2/5), menyampaikan bahwa pencapaian pada kuartal pertama ini merupakan validasi atas ketepatan arah transformasi perusahaan.
Langkah besar akuisisi dan divestasi pada 2025, jelas dia, merupakan bentuk penataan ulang portofolio strategis yang terencana dan krusial bagi masa depan perseroan.
"Fase transisi ini akan berdampak sementara pada laba kami, tapi transisi ini diperlukan sebagai fondasi agar TBS menjadi platform bisnis berkelanjutan dengan margin tinggi, yang siap memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," kata Juli.
Perseroan mencatat efisiensi operasional semakin membaik. Hal ini terlihat dari posisi arus kas operasional yang sebelumnya negatif USD 2,9 juta pada 2025 menjadi positif USD 9,9 juta pada 2026.
Secara keseluruhan, total kerugian periode berjalan berkurang lebih dari 83 persen (yoy) dari USD 58,9 juta ke USD 9,5 juta karena tidak berulangnya kerugian dari divestasi entitas PLTU tahun lalu.
Adapun lini bisnis pengelolaan limbah kini menjadi kontributor utama perusahaan dengan menyumbang 60 persen dari total pendapatan konsolidasi dan 93 persen dari total EBITDA disesuaikan, didorong oleh pertumbuhan pendapatan segmen yang melonjak signifikan sebesar 447,69 persen atau 5,5 lipat dari USD 9,4 juta menjadi USD 51,9 juta.
TOBA memandang bisnis pengelolaan limbah menunjukkan resiliensi di segala situasi ekonomi. Terlepas dari fluktuasi pasar maupun ketidakpastian global, menurut perseroan, segmen ini terbukti mampu memberikan arus pendapatan yang stabil dan berulang dengan tingkat profitabilitas yang sangat tinggi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
