
BTPN Syariah bukukan laba Rp 319 miliar di kuartal I 2026, ditopang pembiayaan inklusi dan pendampingan nasabah. (Istimewa)
JawaPos.com - PT Bank BTPN Syariah Tbk mencatatkan kinerja positif pada kuartal pertama 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 319 miliar ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan dan peningkatan kualitas portofolio.
Sepanjang kuartal pertama 2026, aset BTPN Syariah bahkan mencapai Rp 23,2 triliun yang berarti tumbuh 7 persen secara YoY, sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp 10,6 triliun, tumbuh 4 persen secara YoY dengan rasio keuangan yang tetap solid, tercermin dari Return on Asset (RoA) sebesar 7,1 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 59,2 persen.
"Kualitas pembiayaan menjadi penopang utama pertumbuhan laba kuartal pertama. Pada 2026, Bank melanjutkan fokus di tahun sebelumnya, sambil mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan yang ada," ujar Direktur BTPN Syariah Fachmy Achmad melalui keterangannya di Makassar, Kamis (31/4).
Dia menyebut, pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak dalam memberdayakan masyarakat inklusi agar memiliki perilaku unggul sebagai kunci keberhasilan.
Pencapaian ini mencerminkan efektivitas strategi penguatan pendampingan nasabah yang menjadi fokus utama Bank dalam melayani masyarakat inklusi.
Penyaluran pembiayaan terus diperkuat melalui model pendampingan yang bertujuan meningkatkan kapasitas serta membentuk perilaku unggul nasabah.
Setiap pembiayaan yang disalurkan diikuti dengan pendampingan agar nasabah mampu menerapkan empat perilaku unggul BDKS, yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu.
“Momentum kuartal pertama menunjukkan bahwa model pendampingan yang kami terapkan berkontribusi pada kualitas pembiayaan. Kami melihat meningkatnya kepercayaan nasabah serta ketahanan usaha mereka, yang pada akhirnya memperkuat kualitas Bank," ujarnya.
Keberhasilan penyaluran pembiayaan tidak terlepas dari peran Community Officer (CO) sebagai garda terdepan Bank yang hadir langsung di sentra nasabah. Melalui Pertemuan Rutin Sentra (PRS), CO memberikan pendampingan menggunakan modul yang relevan dengan kondisi usaha ultra mikro.
Selain itu, CO berperan sebagai role model dalam penerapan perilaku unggul BDKS sekaligus memperkuat solidaritas antar nasabah di sentra. Seiring dengan kinerja yang positif, Bank juga terus mengoptimalkan proses internal untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pada kuartal pertama 2026, Bank memperkuat kapasitas Community Officer agar pendampingan yang diberikan semakin efektif dan responsif. Pengelolaan sentra yang solid menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Bank juga menghadirkan program rewards atau hadiah untuk mendorong kedisiplinan nasabah dalam mengikuti pertemuan, serta menyiapkan inisiatif diversifikasi produk bagi nasabah yang berkembang melalui layanan yang lebih komprehensif dalam ekosistem BTPN Syariah.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
