
Warga berbelanja di salah satu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Melawai di Jakarta, Selasa (7/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai program rekrutmen 30 ribu manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih berpotensi mendorong konsumsi masyarakat desa dalam jangka pendek. Ia mengatakan, penempatan tenaga kerja terdidik dengan skema kontrak dua tahun akan menciptakan aliran pendapatan ke wilayah yang selama ini relatif tertinggal dari sisi akses keuangan dan aktivitas ekonomi formal.
“Dari sisi dampak ekonomi, memang benar bahwa penempatan 30 ribu tenaga kerja terdidik dengan skema kontrak dua tahun akan menciptakan dorongan konsumsi jangka pendek di desa,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Namun demikian, Yusuf menilai dampak tersebut perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas karena program ini terhubung dengan skema pembiayaan koperasi yang berskala besar.
Ia menjelaskan, dengan plafon kredit sekitar Rp 3 miliar per koperasi dan target puluhan ribu unit, terdapat potensi eksposur pembiayaan yang signifikan sehingga membutuhkan pengelolaan risiko yang memadai.
Dalam hal ini, lanjut dia, peran manajer tidak hanya sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai pengelola unit usaha yang berhadapan langsung dengan dinamika bisnis di lapangan, sekaligus memastikan pengelolaan dana koperasi dilakukan secara hati-hati dan akuntabel agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.
“Di titik ini, 30 ribu manajer tadi bukan lagi sekadar pekerja, mereka adalah operator dari sebuah mesin pembiayaan yang sangat masif,” katanya.
Yusuf menambahkan apabila unit usaha koperasi tidak berjalan optimal, terdapat potensi kredit macet yang tidak hanya menjadi persoalan di tingkat lembaga, tetapi juga berisiko membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ini bukan lagi soal pemberdayaan desa, tapi soal bagaimana negara mengambil alih risiko dari aktivitas ekonomi yang belum tentu matang secara komersial,” ujar dia menambahkan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan dengan pelaku usaha lokal agar kehadiran koperasi tidak mengganggu ekosistem yang sudah ada di desa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022