Livestream Operations Manager TikTok LIVE Indonesia, Michael Tan/(Dimas Choirul/Jawapos.com)
JawaPos.com - Di tengah berkembangnya platform digital, peluang bagi musisi dan penyanyi untuk dikenal publik semakin terbuka. Salah satunya hadir melalui TikTok LIVE, yang tak hanya menjadi ruang tampil, tetapi juga membangun ekosistem bagi kreator untuk berkembang hingga menembus industri musik.
Livestream Operations Manager TikTok LIVE Indonesia, Michael Tan, menjelaskan bahwa platformnya kini tidak sekadar menyediakan panggung hiburan, melainkan juga ekosistem yang mendukung pertumbuhan kreator secara menyeluruh.
"Jadi di TikTok Live itu kita nggak cuma nyediain panggung buat kreator dan juga space untuk mereka berinteraksi, tapi kita juga sudah menyediakan ekosistem yang menyeluruh," ujarnya saat konferensi pers, di Jakarta, Jumat (10/4).
Ia menuturkan, berbagai fitur di TikTok LIVE dirancang untuk mendorong interaksi sekaligus kompetisi yang sehat antar kreator. Mulai dari fitur Match hingga Multi-guest yang memungkinkan hingga sembilan orang berada dalam satu ruang siaran langsung.
Selain fitur, TikTok LIVE juga menghadirkan berbagai program dan inisiatif yang berfokus pada musik, termasuk acara tahunan hingga konser. Hal ini disebut sebagai bagian dari komitmen untuk membuka peluang lebih luas bagi kreator.
"Terus dengan program-program dan inisiatif yang kita punya, program musik, acara tahunan, dan juga acara-acara konser untuk musik itu adalah bagian dari komitmen kami juga untuk memberikan peluang terhadap kreator," lanjutnya.
Michael juga menekankan bahwa TikTok LIVE dapat menjadi jalur alternatif bagi kreator untuk masuk ke industri musik. Salah satu contoh yang ia sebut adalah Cece Caramel, yang berhasil menembus industri melalui kolaborasi dengan musisi ternama.
"Contoh yang paling konkret kita bisa lihat Cece Caramel. Cece Caramel bisa masuk ke industri musik kolaborasi dengan musisi ternama, diproduseri oleh nama-nama besar, itu dengan tentunya bantuan dari TikTok Live. Dan TikTok Live juga punya distribusi dan promosi musik departemen khusus untuk itu, SoundOn," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses kurasi talenta juga dilakukan melalui berbagai program pencarian bakat seperti Music On Stage dan Gimme The Mic. Dalam program tersebut, TikTok melibatkan para ahli dari industri musik untuk menilai sekaligus membimbing para kreator.
"Jadi kalau misalnya Mas Bayu pernah tahu Music On Stage dan Gimme The Mic, itu kan adalah salah satu ajang pencarian bakat yang bisa didapat dari kami. Tujuannya memang itu untuk mengkurasi dan menemukan bibit-bibit musik baru seperti layaknya di industri," katanya.
Ia menambahkan bahwa para ahli yang terlibat tidak hanya memberikan penilaian, tetapi juga membekali kreator dengan pemahaman dunia musik yang lebih luas.
"Dan caranya adalah kita melibatkan orang-orang dari expert dari dunia musik atau industri musik, memberi masukan dan meng-guide kreator kita untuk bisa tahu dunia musik sebenarnya," paparnya.