Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 April 2026 | 14.58 WIB

Selat Hormuz Dibatasi, Mentan Amran Jamin Harga Pupuk Subsidi Tidak Naik

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) memberi keterangan usai rapat hilirisasi bersama BUMN Pangan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (30/3/2026). (ANTARA/Harianto) - Image

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) memberi keterangan usai rapat hilirisasi bersama BUMN Pangan di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Senin (30/3/2026). (ANTARA/Harianto)

JawaPos.com – Meski akses Selat Hormuz yang jadi urat nadi distribusi pupuk dunia sedang dibatasi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan harga pupuk subsidi di Indonesia tidak naik.

Hal itu tidak lepas dari kondisi di Indonesia yang sudah bisa mencukupi stok pupuk secara mandiri. Sehingga petani tetap terlindungi dalam menjaga produktivitas pertanian nasional.

"(Harga pupuk) aman, aman. Kenapa? Itu perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto),"ujar kepada awak media seusai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4) sebagaimana dilansir dari Antara.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen.

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan volume pupuk subsidi yang tersedia bagi petani, sehingga kebutuhan input produksi tetap tercukupi secara optimal di berbagai daerah sentra pertanian.

"Itu di era Bapak Prabowo Subianto, Bapak Presiden, itu diturunkan harga pupuk (subsidi) 20 persen dan menaikkan kuantumnya. Itu luar biasa," ujar Mentan.

volume pupuk subsidi yang disiapkan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional sepanjang tahun 2026 mencapai 9,8 juta ton untuk 14,1 juta petani di seluruh Indonesia.

Amran menegaskan kebijakan stabilisasi harga pupuk tersebut merupakan arahan langsung Presiden, guna mendukung keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan global.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi memastikan stok pupuk secara nasional tidak terganggu di tengah konflik di Selat Hormuz, yang dapat mengganggu jalur perdagangan global.

"Alhamdulillah, stok aman. Kita memiliki 1,29 juta ton stok, dan pabrik seluruhnya beroperasi dengan baik. Artinya, ini akan terus kita pertahankan di level ini, tidak ada masalah," kata Rahmad dalam rapat tersebut.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore