Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 April 2026 | 23.48 WIB

68% Dana Desa Dialihkan untuk Kopdes Merah Putih, Apdesi Sebut Pembangunan Desa Terganggu

Pekerja melayani pembeli di gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah beroperasi di Gedawang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang) - Image

Pekerja melayani pembeli di gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang telah beroperasi di Gedawang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

JawaPos.com – Kebijakan pemerintah menggunakan Dana Desa untuk membayar cicilan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih mulai berdampak langsung di lapangan. Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) mengakui, pembangunan infrastruktur desa kini ikut terhambat.

Ketua Umum DPP Apdesi, Junaedi Mulyono, menyebut pemotongan Dana Desa untuk program koperasi membuat ruang fiskal desa semakin terbatas.

“Ya otomatis (terganggu),” ujarnya pada JawaPos.com, Selasa (7/4).

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2026, pemerintah menetapkan bahwa cicilan pembiayaan Koperasi Merah Putih dibayar melalui dana transfer negara, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Dana Desa.

Artinya, sebagian Dana Desa kini digunakan untuk membayar angsuran proyek koperasi tersebut.

Junaedi mengungkapkan, porsi Dana Desa yang dialihkan untuk program ini mencapai sekitar 68 persen. Kondisi ini membuat perencanaan pembangunan desa yang sebelumnya disusun melalui Musyawarah Desa menjadi sulit direalisasikan.

“Kalau dulu kita mengadakan Musrenbangdes untuk menyusun perencanaan sesuai kebutuhan masyarakat, sekarang jadi berubah,” katanya.

Ia menilai, pola pembangunan yang sebelumnya berbasis usulan dari bawah (bottom-up) kini bergeser menjadi kebijakan dari pusat (top-down).

Apdesi sendiri mengaku telah berulang kali melakukan audiensi dengan Kementerian Desa, Kementerian Koperasi, hingga Kementerian Keuangan sejak aturan sebelumnya, yakni PMK 81, diberlakukan. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan perubahan kebijakan.

Meski demikian, Junaedi tidak sepenuhnya menolak program Koperasi Merah Putih. Ia berharap koperasi tersebut mampu memperbaiki rantai distribusi hasil pertanian di desa yang selama ini didominasi tengkulak.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore