
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) memberikan pemaparan pada konferensi pers terkait kebijakan tentang transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait membengkaknya defisit anggaran di awal tahun 2026.
Ia menegaskan, kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari strategi pemerintah yang mempercepat realisasi belanja negara sejak awal tahun.
Menurut Purbaya, langkah ini sengaja ditempuh untuk menghindari pola lama, di mana belanja pemerintah cenderung menumpuk di akhir tahun.
Pola tersebut dinilai kurang optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Defisit yang membesar di awal tahun itu karena kita percepat belanja pemerintah. Saya ingin menciptakan kondisi di mana belanja itu lebih merata sepanjang tahun, tidak seperti sebelumnya yang menumpuk di akhir tahun sehingga dampak ekonominya tidak maksimal,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/4).
Ia menjelaskan, percepatan belanja ini membuat defisit tampak lebih besar di awal tahun, namun hal tersebut merupakan konsekuensi logis dari kebijakan fiskal yang diambil pemerintah.
Lebih lanjut, Purbaya menyoroti bahwa hampir seluruh kementerian dan lembaga mengalami peningkatan belanja yang relatif merata.
Namun, ada satu pos yang paling menonjol, yakni belanja dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang memiliki porsi anggaran cukup besar.
“Jadi defisit yang besar itu adalah konsekuensi logis dari kebijakan kita. Yang mana yang paling besar, Anda tahu ada berapa sebetulnya, hampir merata. Tapi yang menonjol ya BGN lah, karena memang anggarannya besar,” tegasnya.
Meski demikian, pemerintah memastikan kualitas belanja tetap menjadi perhatian utama.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
